13 June 2020, 06:35 WIB

PLN Pastikan tidak Ada Kenaikan Tarif


(RO/E-2) | Ekonomi

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dalam perhitungan tagihan rekening listrik Juni 2020. Kenaikan tagihan listrik yang dialami masyarakat lebih disebabkan adanya peningkatan penggunaan listrik pada saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa pandemi covid-19. Selain itu, penggunaan listrik pada Mei 2020 juga bertepatan dengan jatuhnya bulan puasa, yang secara statistik terjadi kecenderungan kenaikan pemakaian oleh pelanggan.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan perhitungan tagihan listrik terdiri atas dua komponen utama, yaitu pemakaian dan tarif listrik, yang kemudian keduanya dikalikan. Sementara itu, sejak 2017, tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

"Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik. Namun, kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif, tarif listrik tetap sejak 2017. PLN juga tidak memiliki kewenangan untuk menaikan tarif listrik," tutur Bob dalam keterangan resminya, kemarin.

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus covid-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Pasalnya, stimulus itu berasal dari pemerintah. "Stimulus covid-19 murni pemberian dari pemerintah, bukan PLN. Dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami juga diawasi oleh pemerintah, DPR, BPK, dan BPKP sehingga tidak mungkin kami melakukan subsidi silang," tambah Bob.

PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi covid-19 menyebabkan PLN tidak melakukan pencatatan meter sehingga tagihan April menggunakan perhitungan ratarata pemakaian tiga bulan sebelumnya. Kemudian, pada April, baru 47% petugas PLN melakukan pencatatan meter untuk tagihan Mei akibat kebijakan PSBB masih diberlakukan di beberapa daerah.

Sementara itu, pada Mei, hampir 100% dari pelanggan didatangi petugas catat meter untuk rekening Juni sehingga tagihan rekening Juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

Merespons keluhan pelanggan atas kenaikan tagihan, PLN memberi solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pembayaran. Jika pada Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20% akibat penagihan bulan sebelumnya menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, pelanggan berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan Juni ditambah 40% dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian tiga bulan. Kemudian, 60% sisanya, dibayar pada tiga bulan selanjutnya dengan besaran 20% setiap bulan. (RO/E-2)

BERITA TERKAIT