11 June 2020, 18:06 WIB

Ada Dugaan Korupsi, Angkat Besi Terancam Dicoret dari Olimpiade


Deden Muhammad Rojani | Internasional

ADANYA laporan investigasi McLaren yang menyebut adanya dugaan korupsi di tubuh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) membuat cabang olahraga angkat besi terancam tidak dipertandingkan di Olimpiade Tokyo, Jepang, tahun depan.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach memastikan pihaknya tidak akan memberikan akreditasi kepada pejabat IWFyang terlibat dalam korupsi di tubuh IWF. Akreditasi diperlukan untuk bisa menghadiri penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

""Para pejabat seperti itu tidak akan diterima oleh IOC dalam ranah pertemuan persiapan untuk Tokyo," tegas Bach dikutip dari New York Times.

Laporan investigasi McLaren setebal 121 halaman yang dilansir pekan lalu secara rinci menyebut beberapa penyelewengan di tubuh IWF saat dipimpin Tamas Ajan. Korupsi berkaitan dengan pembelian suara, upaya menutupi kasus doping, dan temuan dana sebesar 10,4 juta Dolar AS (Rp145 miliar) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Tak Ada Perubahan Program Latihan Meski Olimpiade Ditunda

Ajan yang 19 tahun memimpin IWF setelag 30 tahun sebelumnya menjadi Sekretaris Jenderal, membantah laporan McLaren tersebut. Laporan itu menyebut, Ajan mendapatkan dana dari rekening IWF.

Bach mengaku kecewa dengan adanya temuan tersebut. Terlebih, temuan juga menyebutkan adanya pelanggaran antidoping dan tata kelola olahraga, hal sakral dalam menjaga sportivitas di olahraga.

"Kami akan memberikan keputusan yang jelas, tergantung kepada hasil temuan komisi pengawasan IWF. Kami berhak mengambil langkah hukuman, dan tidak terbatas kepada skorsing angkat besi dalam program Olimpiade," ujar Bach. (Nytimes/OL-7)

BERITA TERKAIT