11 June 2020, 16:35 WIB

Tagihan Listrik Naik, 65.786 Pelanggan Mengadu ke PLN


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

SEBANYAK 65.786 pelanggan di Indonesia telah melakukan pengaduan ke pelayanan  pelanggan PLN terkait melonjatnya tagihan listrik, pada  Kamis (11/5) petang.

‘’Pengaduan khusus tagihan posko yang dibuka di seluruh Indonesia pada hari ini sekitar 65.786 pelanggan, ini terus bertambah karena pengaduan terus masuk," ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Sari dalam dialog publik bertema Gonjang-Ganjing Tagihan Listrik, Kamis (11/6).

Ia menambahkan, dari jumlah aduan tersebut, DKI Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi kota dengan aduan terbanyak. Sedangkan wilayah lain, kata Bob, ada pengaduan namun jumlahnya tidak terlampau banyak.

"DKI Jakarta, Bandung dan Surabaya itu menjadi yang paling banyak. Ada beberapa di Makassar, tapi jumlahnya sedikit," jelas Bob.

Baca juga :Jadi Proyek Percontohan, Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal

Masyarakat yang ingin melakukan pengaduan ihwal tarif listrik yang melonjak dapat mendatangi kantor cabang PLN yang ada di wilayahnya. Pelayanan pelanggan juga dibuka melalui call center di 123 dan melalui media sosial milik PLN.

Akses tersebut, Bob bilang, dibuka seluasnya agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan kelistrikan yang dihadapi.

Lebih jauh, Bob mengatakan, sejatinya tidak ada sama sekali penaikan tarif listrik yang dilakukan oleh pemerintah selaku regulator maupun PLN sebagai operator. Tingginya tagihan listrik belakangan ini murni didasari penggunaan listrik yang meningkat sejalan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Harus dipahami juga, yang kita tagihkan itu murni dari pemakaian pelanggan. Kenaikan itu murni karena covid-19," pungkas Bob. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT