11 June 2020, 10:58 WIB

Pemerintah Tampung Masukan Serikat Pekerja untuk RUU Cipta Kerja


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Rabu (10/6) malam, mengundang beberapa tokoh serikat pekerja untuk meminta masukan terkait RUU Cipta Kerja yang masih dalam tahap pembahasan bersama DPR RI.

Salah satu masukan yang mencuat adalah pemerintah diminta melakukan pembahasan secara intens dan detail bersama serikat buruh.

Pemerintah juga diminta membentuk tim teknis yang melibatkan seluruh pihak yakni pemerintah, pelaku usaha dan serikat pekerja.

“Kita sudah mendapatkan berbagai masukan yang umumnya bagus dan kita apresiasi itu semua. Itu akan semakin memperkaya pembahasan omnibus law tentang RUU Cipta Kerja” ujar Menko Polhukam Mahfud MD melalui keterangan resmi, Kamis (11/6).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinato Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa tujuan dan ide dasar Omnibus Law RUU Cipta Kerja adalah untuk mendukung dunia usaha serta UMKM.

Diharapkan, dengan adanya peraturan perundangan tersebut, investasi yang masuk ke Tanah Air akan semakin besar hingga akhirnya bisa membuka banyak lapangan kerja baru.

“Penting bagi kita semua yakni pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha untuk bekerja sama, membangun dunia usaha dan dunia kerja yang sehat dan mampu menghadapi tantangan, khususnya pascapandemi covid-19” tutur Airlangga.

Baca juga: Pemerintah Undang Tokoh Buruh Serap Masukan Untuk RUU Ciptaker

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal pun mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menginisiasi dialog bersama serikat pekerja.

"Kami sangat mengapresiasi respon pemerintah yang baik. Tantangan kita ke depan adalah perubahan pola hubungan kerja dan ternyata ini terjadi saat pandemi," ungkap Said Iqbal.

Dialog kali ini adalah pertemuan ketiga yang diinisiasi oleh Menko Polhukam terkait upaya menghimpun masukan para pekerja dan buruh tentang RUU Cipta Kerja. Sebelumnya, pada bulan Maret dan April, juga sudah dilakukan pertemuan dengan sejumlah perwakilan serikat pekerja. (A-2)

BERITA TERKAIT