09 June 2020, 17:49 WIB

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Abu Dhabi Perpanjang Lockdown


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ABU Dhabi, Ibu Kota Uni Emirat Arab, memperpanjang masa penguncian wilayah (lockdown) selama satu pekan. Termasuk, larangan pergerakan keluar dan masuk antarkota.

Wilayah itu berjuang melawan penyebaran covid-19. Kebijakan lockdown pertama kali diterapkan Abu Dhabi pada 2 Juni selama satu minggu.

"Komite Darurat dan Krisis untuk Pandemi Covid-19, bekerja sama dengan Polisi Abu Dhabi dan DOH, mengumumkan larangan pergerakan di Abu Dhabi akan diperpanjang satu minggu. Tepatnya mulai Selasa (9/6) waktu setempat," bunyi laporan kantor berita di Ibu Kota.

Baca juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Pangkalan Irak

Sejalan dengan perluasan Program Penyaringan Nasional di Uni Emirat Arab, perpindahan antarwilayah di Abu Dhabi (Abu Dhabi, Al-Ain dan Al-Dhafrah), serta di dalam dan di luar ibu kota, dilarang untuk satu minggu ke depan.

Dengan keputusan itu berarti masyarakat di luar Abu Dhabi tidak bisa masuk ke wilayah tersebut. Begitu juga dengan warga Abu Dhabi yang harus diam di wilayahnya.

"Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas Program Penyaringan Nasional yang diperluas. Serangkaian tindakan pencegahan diambil untuk mengurangi kontak, menekan penyebaran covid-19 dan melindungi kesehatan masyarakat," lanjut laporan tersebut.

Baca juga: Dukung Indonesia Lawan Covid-19, UEA Sumbang Alat Kesehatan

Adapun pengecualian berlaku dengan izin khusus. Terutama untuk pekerja di sektor vital, pasien penyakit kronis dan transportasi kebutuhan pokok. Pergerakan dalam setiap wilayah diizinkan sesuai waktu Program Sterilisasi Nasional.

Sebelumnya, Uni Emirat Arab melaporkan penambahan kasus covid-19 sebanyak 568 orang dalam 24 jam. Berikut, lima kasus kematian akibat covid-19 dalam sehari.(AlArabiya/OL-11)

BERITA TERKAIT