09 June 2020, 16:27 WIB

Penanganan Covid-19 di Desa Sudah Capai Rp 2,8 Triliun


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

PENYALURAN anggaran untuk penanganan covid-19 di wilayah desa mencapai Rp 2,8 triliun. Desa memiliki fungsi garda terdepan dalam memasuki fase kenormalan baru (new normal)

"Anggaran Rp 2,8 triliun sudah tersalurkan untuk penanganan covid-19 di desa. Desa menjadi fungsi garda terdepan pada kondisi new normal," jelas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/6).

Baca juga: BLT Dana Desa Tidak Perlu Tunggu Pengesahan Kepala Daerah

Lebih lanjut, dia menuturkan aspek pencegahan di desa tergolong tinggi. Dengan jumlah relawan desa lawan covid-19 sebanyak 1,82 juta orang yang tersebar di 63.284 desa. Masyarakat desa juga memanfaatkan fasilitas isolasi untuk menangani orang dalam pemantauan (ODP).

"Saat ini jumlah ODP isolasi sebanyak 186.219 orang. Adapula isolasi mandiri yang dilakukan masyarakat desa di belakang (rumah) dengan jarak setidaknya 200 meter," ujar Abdul.

Terdapat 56.979 desa yang melakukan sosialisasi hidup sehat lawan covid-19. Kemudian, 53.707 desa menyediakan tempat cuci tangan, 55.626 desa dan melakukan penyemprotan disinfektan. Berikut 53.948 desa mendirikan pos relawan desa lawan covid-19.

Baca juga: PSBB Ketiga Perkuat Desa Sebagai Ujung Tombak Putus Korona

Pada new normal, desa bertumpu pada kerafian lokal, selain menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, desa bisa menjadi penggerak peradaban baru.

"Kebiasaan baru pada desa, seperti memakai masker dan melakukan protokol kesehatan, membuat perubahan sikap, perilaku dan budaya di masyarakat. Sehingga new normal bisa menjadi jembatan menuju peradaban baru," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT