09 June 2020, 16:27 WIB

Kebijakan Lockdown Memperburuk Kondisi Anak Obesitas


Fetry Wuryasti | Weekend

BERDIAM di rumah selama masa pandemi covid-19 ternyata bisa berdampak negatif pada diet, tidur, dan aktivitas fisik pada anak-anak dengan obesitas.

Sebuah penelitian di  University at Buffalo yang diterbitkan di jurnal Obesity.org, memeriksa 41 anak-anak kelebihan berat badan selama masa di rumah saja sepanjang bulan Maret dan April di Verona, Italia.

Dibandingkan dengan perilaku yang dicatat setahun sebelumnya, hasil penelitian itu mengungkapkan selama lockdown anak-anak makan makanan tambahan per hari, tidur setengah jam ekstra per hari, menghabiskan hampir lima jam per hari di depan layar telepon, computer, dan televisi, dan secara dramatis meningkatnya konsumsi daging merah, minuman manis, dan junk food.

Sebaliknya, aktivitas fisik mereka menurun lebih dari dua jam per minggu, sementara  jumlah sayuran yang dikonsumsi tetap tidak berubah.

Anak-anak dan remaja yang berjuang melawan obesitas ditempatkan pada posisi terisolasi di rumah, tampaknya menghasilkan lingkungan yang tidak mempertahankan perilaku gaya hidup sehat.

“Menyadari efek jaminan yang merugikan dari di rumah saja selama pandemi Covid-19 ini, maka sangat penting dalam menghindari depresiasi upaya pengendalian berat badan yang diperjuangkan dengan keras di kalangan anak muda yang obesitas,” kata Myles Faith, PhD, pakar obesitas anak-anak dan rekan penulis penelitian ini, seperti dikutip hindustantimes.

Penelitian ini dipimpin Steven Heymsfield, MD, profesor di Louisiana State University Pennington Biomedical Research Center dan Angelo Pietrobelli, MD, profesor di University of Verona di Italia.

Anak-anak dan remaja biasanya mengalami kenaikan berat badan lebih banyak selama liburan musim panas daripada selama tahun sekolah, yang membuat para peneliti bertanya-tanya apakah tinggal di rumah akan memiliki efek yang sama pada perilaku gaya hidup anak-anak.

"Lingkungan sekolah menyediaan struktur dan rutinitas seputar waktu makan, aktivitas fisik, dan tidur . Tiga faktor ini merupakan gaya hidup utama yang memengaruhi risiko obesitas," kata Faith.

Para peneliti menyurvei 41 anak-anak dan remaja dengan obesitas di Verona, Italia, yang terlibat dalam studi jangka panjang yang masih berlangsung hingga kini.

Informasi gaya hidup mengenai diet, aktivitas, dan tidur dikumpulkan tiga minggu selama lovkdown diberlakukan di Italia dan dibandingkan dengan data tentang anak-anak yang dikumpulkan pada 2019.

Pertanyaan difokuskan pada aktivitas fisik, waktu di depan computer/hp/tv, tidur, kebiasaan makan, dan konsumsi daging merah, pasta, makanan ringan, buah-buahan, dan sayuran. (M-4)

 

BERITA TERKAIT