09 June 2020, 10:39 WIB

Istana: Kenaikan Tarif Listrik karena Konsumsi Masyarakat


Nur Azizah | Ekonomi

PEMERINTAH menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti dikeluhkan warga beberapa waktu terakhir. 

Juru bicara presiden bidang sosial Angkie Yudistira mengatakan lonjakan tarif listrik yang tinggi disebabkan konsumsi masyarakat yang jauh lebih banyak saat beraktivitas di rumah.

"Masa pandemi yang mendorong diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadikan kegiatan kita lebih intens di rumah dan mengakibatkan penggunaan listrik yang juga turut mengalami peningkatan," kata Angkie dalam keterangan tertulisnya, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan bahwa kenaikan tagihan listrik pada Juni 2020 merupakan dampak dari penghitungan rata-rata pada tiga bulan terakhir saat penerapan PSBB.

"Tidak ada kenaikan tarif listrik, tapi memang ada kenaikan konsumsi listrik selama kebijakan PSBB yang dihitung menggunakan skema rata-rata tiga bulan sebelumnya," kata Bob.

Kebanyakan pelanggan akan mengalami tagihan Juni melonjak lebih dari 20% daripada Mei 2020. akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir sehingga kenaikannya akan dibayar sebesar 40% pada Juni.

Kemudian untuk mengurangi lonjakan kenaikan, sisanya yaitu 60%-nya dibagi rata dalam tagihan bulan ke depan. 

Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam.

Baca juga: Pengelola Mal Keluhkan Beban Listrik Selama PSBB

Dalam bulan dua terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi covid-19. Pada tagihan listrik April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya tersebut.

PLN mengatur kenaikan lonjakan tagihan pada bulan Juni maksimum 40% dari tagihan bulan sebelumnya supaya tidak memberatkan konsumen. Sisa tagihan yang belum terbayar di Juni atau 60% dari lonjakan tagihan akan dibagi rata dalam tiga bulan ke depan.

Untuk memantau penggunaan listrik di rumah serta pengaduan dan keluhan, PLN menyediakan beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat. Beberapa di antaranya dengan mengunduh aplikasi PLN Mobile, memantau melalui tautan pln.co.id, dan pusat kontak PLN 123. 

Selain itu, PLN juga menyediakan layanan baca meter melalui whatsapp resmi ke nomor 081-22-123-123. (A-2)

BERITA TERKAIT