07 June 2020, 06:55 WIB

Djokovic Gugat Pembatasan Ekstrem


Deden Mohamad Rojani | Olahraga

PETENIS putra terbaik dunia, Novak Djokovic, mencemaskan pembatasan pada turnamen grand slam AS Terbuka bagi pemain dan tim pendukung yang terlalu ketat dan sangat tidak mungkin terlaksana.

Seperti dilansir AFP, ketika keraguan tumbuh mengenai apakah event grand slam di New York--pusat penyebaran virus korona di Amerika Serikat-- dapat berjalan sesuai jadwal atau tidak, Djokovic mengakui tuntutan dari penyelenggara dapat memperparah ketegangan.

“Baru kemarin saya melakukan pembicaraan telepon dengan para pemimpin tenis dunia, ada pembicaraan tentang kelanjutan musim ini, sebagian besar tentang AS Terbuka yang dijadwalkan pada akhir Agustus, tetapi tidak diketahui apakah akan diadakan,” kata petenis Serbia berusia 33 tahun itu kepada televisi Prva TV dan dikutip Blic online daily, Jumat (5/6) waktu setempat atau kemarin dini hari.

“Aturan yang mereka katakan kepada kami bahwa kami harus mematuhi saat berada di sana, untuk bermain, sangat ekstrem,” ungkap Djokovic. Juara AS Terbuka 2011, 2015, dan 2018 itu menggambarkan batasan yang direncanakan pada pemain sebagai ‘sangat tidak mungkin’.

“Kami tidak akan memiliki akses ke Manhattan, kami harus tidur di hotel-hotel di bandara, melakoni tes dua atau tiga kali per minggu,” jelas Djokovic, pengoleksi 17 trofi grand slam--hanya kalah dari Roger Federer (20 trofi) dan Rafael Nadal (19 trofi).

“Kami hanya bisa membawa satu orang ke tempat latihan, ini mustahil. Pemain butuh pelatih, pelatih kebugaran, serta fisioterapis,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Rafael Nadal keberatan terhadap gelaran AS Terbuka yang bakal memasuki babak utama pada 31 Agustus mendatang. “Kami tidak dapat melanjutkan sampai situasi benar-benar aman dan adil dalam hal kesehatan, yakni semua pemain, dari mana pun mereka berasal, dapat melakukan perjalanan dan bermain di turnamen dalam kondisi aman.”

Petenis putri terbaik dunia, Ashleigh Barty, juga menyuarakan kehati-hatian sebelum memutuskan tampil di AS Terbuka. *“Saya harus memahami semua informasi sebelum membuat keputusan untuk berkomitmen di AS Terbuka,” tegas petenis asal Australia itu. (Dmr/R-2)

BERITA TERKAIT