07 June 2020, 06:30 WIB

Hidroksiklorokuin Aman untuk Pengobatan Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

EXECUTIVE Group of the Steering Committee Solidarity Trial menerbitkan surat yang menyatakan analisis sementara Data Safety Monitoring Committee (DSMC) terhadap uji klinis pengobatan covid- 19 tidak ditemukan masalah keamanan pada pemberian hidroksiklorokuin (HCQ).

Data dari penelitian lain yang sedang berjalan, yakni Randomised Evaluation of Covid-19 Therapy (Recovery) trial juga menyimpulkan hal yang sama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memutuskan untuk melanjutkan penggunaan HCQ pada Solidarity Trial.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati, mengungkapkan, untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan selaku koordinator Solidarity Trial Indonesia mengeluarkan surat pemberitahuan kepada tim peneliti Solidarity Trial Indonesia untuk menggunakan kembali hidroksiklorokuin pada penelitian Solidarity Trial.

“Profil keamanan HCQ sudah lama diketahui. Namun, sebelum dilakukan randomisa si secara elektronik untuk menentukan obat mana yang akan diberikan, tim peneliti telah melakukan pemeriksaan pendahuluan,” kata Widyawati dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).

Untuk diketahui, pada 25 Mei 2020, WHO memutuskan menghentikan sementara pemberian hidroksiklorokuin pada Solidarity Trial. Penghentian dilakukan atas dasar penelitian observasional pada 96.032 pasien covid-19 di enam benua yang diterbitkan The Lancet pada 22 Mei 2020 dengan judul Hydroxychloroquine or Chloroquine With or Without a Macrolide for Treatment of Covid-19: a Multinational Registry Analysis yang ditulis MR Mehra dkk.

Berdasarkan keterangan Dr dr Irmansyah SpKJ(K) dan Prof dr Menaldi Rasmin SpP(K) selaku Steering Comittee Solidarity Trial Indonesia, Indonesia belum menemukan masalah keamanan yang serius akibat penggunaan HCQ.

“Pada Solidarity Trial di Indonesia sudah merekrut 278 subjek dari 21 RS, 54 subjek mendapatkan terapi HCQ, dan hingga kini belum ada laporan efek samping yang serius,” tandas Widyawati.

Namun, data terbaru peneliti dari Universitas Oxford justru menyatakan sebaliknya.

Hidroksiklorokuin dinilai tidak bekerja melawan covid- 19 dan tidak boleh diberikan kepada pasien rumah sakit lagi di seluruh dunia.

“Jika Anda dirawat di rumah sakit, jangan minum hidroksiklorokuin,” kata Wa kil Kepala Peneliti dan Profesor Kedokteran dan Epidemiologi Universitas Oxford, Martin Landray.

“(Obat) itu tidak be kerja.” (Ata/The Guardian/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT