07 June 2020, 05:54 WIB

Publik Dukung Komitmen Kapolri Berantas Narkoba


Ykb/J-3 | Politik dan Hukum

NARKOBA merupakan kejahatan yang sangat serius dan luar biasa. Sangat tepat apabila kejahatan terhadap kemanusiaan yang bisa menghilangkan satu generasi dan dapat menghancurkan bangsa itu diberantas.

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin. Henry setuju dengan keputusan Jenderal Idham Azis yang meminta jajarannya serius memberangus peredaran barang laknat di negeri ini.

Ia meyakini publik pasti mendukung langkah Korps Bhayangkara dalam upaya menyelamatkan korban, khususnya generasi muda dari
bahaya narkoba. “Granat juga sangat mendukung kebijakan Kapolri untuk menembak di tempat pelaku bandar narkoba di Indonesia,” katanya.

Menurut Henry, untuk menyelamatkan bangsa dari kehancuran, maka dalam menghadapi pelaku kejahatan yang kedapatan melawan petugas saat dilakukan penindakan hukum, sedianya kepolisian menerapkan dengan cara-cara extra ordinary.

Sebelumnya, Idham menegaskan pihaknya serius dalam memberantas peredaran narkotika. Ia meminta anak buahnya tidak ragu menembak mati bandar narkoba jika melakukan perlawanan.

“Polri terus berkomitmen untuk memberantas narkoba dan tidak segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap bandar-bandar narkoba,” ujar Idham, Kamis (4/6) malam.

Idham membeberkan, dalam semester pertama 2020, pihaknya menggagalkan peredaran narkotika dengan total 6,9 ton. Rinciannya ialah 3,52 ton sabu, 3,35 ton ganja, 55,26 kg tembakau gorila, dan 552.427 butir pil ekstasi.

Dari total barang bukti tersebut sebanyak 25.526 orang ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian, diakuinya, berhasil menyelamatkan sebanyak 27 juta orang dari bahaya barang laknat tersebut.

Kemarin, Kepala Satgasus Merah Putih Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan kepolisian kembali mengamankan dua oknum yang diduga termasuk dalam sindikat jaringan pengedar narkoba Timur Tengah di Sukabumi, Jawa Barat.

Pengungkapan itu, imbuhnya, terkait kasus penyelundupan 402,38 kg sabu dengan enam tersangka yang lebih dulu ditangkap. “Dari hasil pengembangan kali ini, dua orang kembali tertangkap: satu pelaku asal Iran dan satu warga sini,” pungkasnya. (Ykb/J-3)

BERITA TERKAIT