07 June 2020, 05:42 WIB

Tagihan Melonjak, PLN Tegaskan tidak Ada Kenaikan Tarif


Wan/RK/Ant/E-3 | Humaniora

DIREKTUR Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (persero) Bob Saril menjelaskan bahwa kenaikan tagihan listrik pada Juni 2020 merupakan dampak dari penghitungan rata-rata pada tiga bulan terakhir saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Tidak ada kenaikan tarif listrik, tetapi memang ada kenaikan konsumsi listrik selama kebijakan PSBB yang dihitung menggunakan skema rata-rata tiga bulan sebelumnya,” kata Bob dalam diskusi virtual di Jakarta, kemarin.

Kebanyakan pelanggan akan mengalami tagihan Juni melonjak lebih dari 20% daripada Mei 2020 akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir sehingga kenaikannya akan dibayar sebesar 40% pada Juni.

Untuk mengurangi lonjakan kenaikan, sisanya sebesar 60% dibagi rata dalam tagihan bulan ke depan. Diharapkan skema itu dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam.

Dalam bulan dua terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanan dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi covid-19.

Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya tersebut.

PLN juga terus melakukan pengecekan ulang terhadap pelaksanaan pemberian subsidi pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil berdaya 450 VA dan diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Pengecekan tersebut dilakukan dari bulan ke bulan untuk memastikan bahwa stimulus kelistrikan yang diberikan oleh pemerintah tersebut benarbenar tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, Bob juga mengungkapkan penyebab kesulitan pelanggan dalam melakukan pembayaran tagihan listrik melalui mobile banking. Bob mengatakan kesulitan itu akibat kendala teknis.

“Kami minta maaf, memang ada keterlambatan pada proses verifi kasi dan formulasi untuk pengecekan ID pelanggan antara PLN dengan perbankan. Namun, saya pastikan hari ini selesai,” kata Bob.

Bob menjelaskan proses verifikasi yang dimaksud ialah agar pemberian bantuan keringanan pada pelanggan yang berhak mendapatkan bantuan keringanan listrik pada masa pandemi bisa tepat sasaran. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu.

“Ada sekitar 1,8 juta pelanggan yang masih dalam proses ID pelanggan kepada perbankan sehingga ada keterlambatan proses,” katanya.

Sebelumnya, para pelanggan menyampaikan keluhan melalui media sosial mengenai adanya informasi pemblokiran ID pelanggan saat melakukan pembayaran tagihan listrik.

PLN menjamin bahwa proses itu dapat diselesaikan kemarin sehingga kini pelanggan sudah dapat melakukan pembayaran tagihan melalui fasilitas pembayaran perbankan. (Wan/RK/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT