07 June 2020, 05:40 WIB

Indra Bekti Bersiap Jalani Kenormalan Baru


FETRY WURYASTI | Weekend

PANDEMI virus korona baru (covid-19) sekitar Februari dirasakan cukupmengagetkan para pekerja seni dan pertunjukan. Dampak covid-19 itu juga diakui Bekti Indra Tomo atau yang akrab disapa Indra Bekti, 42, kemarin.

Saat itu, dia seharusnya banyak kegiatan ke luar kota untuk persiapan berbagai acara pada Maret dan April. Tak bisa dihindari, berbagai event, termasuk beberapa konser pun akhirnya batal karena semua orang pada akhirnya diharuskan tetap di rumah sebagai upaya menekan penularan virus.

"Awal-awal memang saya dan teman-teman artis lumayan kaget. Semua acara dibatalkan, termasuk yang sudah membayar down payment pun dibatalkan dan kita di rumah saja," cerita Bekti melalui webinar Weekend Warm Up yang Aman Covid-19 bersama BNPB di Jakarta.

Di tengah ketiadaan kerja keartisan, suami Aldilla Jelita itu menguatkan tekadnya untuk tidak begitu saja menyerah pada keadaan saat pandemi berlangsung. Disiplin berolahraga dan mengikuti protokol kesehatan dia jalani hingga kini. Bekti ingat pada sekitar April baru ada tawaran pekerjaan syuting on air di televisi. Diakui pada awalnya ada semacam rasa ketakutan untuk menerimanya. "Waduh, dipanggil syuting nih, ditolak sayang, orang lagi pendapatan berkurang juga. Nah, ini ada rezeki," kenangnya.

Pada akhirnya, Bekti harus membawa sendiri barang-barang kebutuhan atau perlengkapan di lokasi syuting, mulai alat salat hingga make up dia persiapkan dan kerjakan sendiri. "Jadi, saya sudah tidak dirias oleh orang lain. Lalu, ketika bertemu teman-teman artis lainnya kita jaga jarak. Akhirnya, saya terbiasa dengan itu. Nanti pun ada kenormalan baru yang harus kita jalani," kata Bekti.

Rezeki

Selain sebagai artis, Indra Bekti juga dikenal punya usaha, mulai event organizer, travel, sekolah public speaking, hingga kuliner. Pandemi diakui menggerus pendapatannya. Namun, dia merasakan rezeki itu selalu ada. Kali ini datang melalui bisnis kulinernya. Tak disangka di saat beberapa restorannya yang ada di mal harus ditutup selama PSBB, tiba-tiba ada yang mau membuka waralabanya.

"Ada yang franchise di Bekasi, itu malah buka dua di tengah pandemi. Seperti blessing in disguise, ada franchise yang mau buka saat pandemi pada Maret," ujar Bekti. Usaha lainnya di bidang pangan juga panen. Selama pandemi, bisnis berasnya mengalami peningkatan pendapatan.

"Banyak yang order untuk kegiatan bakti sosial," ujar bapak dua anak itu. Pada kesempatan itu, dia pun berpesan alangkah baik nya kalau pelan-pelan ma syarakat mulai berdamai dengan covid-19. Maksudnya, bisa beradaptasi dengan keadaan dan disiplin menerapkan pro tokol kesehatan untuk tetap menjalani kehidupan. "Kita juga terus berdoa agar pandemi ini cepat selesai," tuturnya. (H-1)

BERITA TERKAIT