07 June 2020, 01:50 WIB

Pemprov Sumut Pentingkan Sektor Pendidikan


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara terus menggodok rancangan aturan pelaksanaan kenormalan baru (New Normal) yang sesuai untuk seluruh wilayah, sampai dengan 13 Juni 2020. Masalah pendidikan menjadi bagian yang paling penting dipersiapkan karena menyangkut aspek kesehatan dan keamanan anak-anak sekolah.

"Bagaimana agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tetapi dengan berbagai ketentuan yang mengiringinya. Seperti protokol kesehatan yang ketat dan pemberlakuan jadwal dengan mengurangi jumlah hari masuk sekolah," ungkap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Sabtu (6/6).  

Salah satu aturan yang paling penting sedang dipertimbangkan adalah terkait dengan sistem dan model pembelajaran bagi siswa. "Pendidikan tidak mungkin berhenti hingga vaksin ditemukan," ujar Edy.

Selain masalah pendidikan, sektor lain yang sedang digodok adalah bagaimana pengendalian pasar dan mal, kegiatan kebudayaan, olahraga, balai pertemuan, dan kegiatan sosial lainnya.

Lebih jauh, Edy mengatakan mengatakan rancangan aturan New Normal dilakukan Pemprov bersama dengan unsur Forkopimda, GTPP Covid-19 Sumut,
pakar kesehatan, akademisi, dewan riset dan ahli ekonomi. "Kami akan mengkaji draf New Normal Sumut sampa 13 Juni, termasuk untuk 33 kabupaten/kota, karena perlakuan di tiap tempat itu berbeda-beda," ujarnya.

Perbedaan itu khususnya terkait dengan status zona penularan Covid-19. Hal tersebut karena status kabupaten dan kota di Sumut berbeda-beda, ada yang sudah masuk zona merah, kuning, atau masih hijau.

Setelah rampung, draf akan dipresentasikan ke DPRD Sumut dan setelah disetujui dewan, mereka akan mengajukannya ke kementerian terkait. Jika draf disetujui untuk diberlakukan di Sumut maka rancangan tersebut akan menjadi aturan yang harus dipatuhi pada masa kehidupan normal baru. (R-1)

 

BERITA TERKAIT