07 June 2020, 02:40 WIB

Buntil Rumahan Selezat di Restoran


Fathurrozak | Weekend

DARI banyak surga kuliner di Yogyakarta, Sasanti Restaurant merupakan salah satunya. Restoran dengan bangunan jog lo dan taman yang asri ini menyajikan sederet masakan khas berbagai daerah di Nusantara.  Kelezatan masakannya bahkan membuat Presiden Singapura, Halimah Yacob, mampir saat melawat ke Yogyakarta, Februari lalu. Salah satu masakan laris di Sasanti Restaurant ialah buntil. Sajian yang sedianya berbahan baku sayur daun singkong atau daun pepaya, dieskalasi dengan isian salmon.

Senin (1/6), Emmy Pratiwi, pemilik Sasanti, membeberkan cara memasak buntil ala rumahan dalam acara siaran langsung di akun Instagram Emmy Pratiwi dan William Wongso. Emmy menjelaskan, selain dari daun singkong dan pepaya muda, bahan baku untuk membuat buntil juga biasanya bisa menggunakan daun talas (lumbu).

Untuk membuat sajian buntil ala rumahan, dalam acara itu Emmy menggunakan daun pepaya muda. Tidak kalah penting, tentu isiannya, yaitu parutan kelapa muda dan teri. “Untuk membuat isiannya, ada bawang merah, bawang putih, cabai, dan teri diulek bersama. Setelah itu, kelapa (setengah muda) dimasukkan,” kata Emmy.

Bila Anda menggunakan daun pepaya muda, ada trik yang bisa digunakan untuk sedikit mengurangi pahit daunnya, yaitu dengan merebus daun pepaya bersamaandengan daun singkong. Meski tidak menghilangkan rasa pahit, trik ini disebut mampu mengurangi pahit daun  pepaya. Setelah isian siap, lalu dimasukkan ke daun pepaya dengan ukuran gulungan kecil.

Lazimnya, ukuran dan bentuk satu buah buntil biasanya cukup besar. Emmy menggunakan ukuran gulungan yang cukup kecil. Setelah semua isian masuk di gulungan daun pepaya, saatnyauntuk mengukusnya selama kurang lebih 15 menit.

“Sambil menunggu kukusan matang, kita bikin kuahnya. Untuk bumbu kuah, bahannya ada bawang putih, bawang merah, cabai besar merah dan hijau dipotong. Jangan lupa petai yang paling penting,” ingatnya kepada pengikut akunnya.

Untuk membuat kuah buntil, potongan bawang merah dan bawang putih ditumis sampai harum, lalu masukkan potongan cabai hijau dan merah. Saat menumis, bubuhkan garam secukupnya. Setelah menguar aroma wangi, kemudian masukkan daun salam.

Lengkuas juga menjadi pelengkap untuk kuah buntil ini. Selain itu, juga ada udang yang bisa diganti dengan teri medan. Setelah semua bahan dan bumbu masuk, terakhir ialah santan. Saat mengaduknya, bisa ditambahkan gula sesuai selera. Kemudian, masukkan kukusan daun pepaya yang sudah ada isiannya.

Jika sudah mendekati matang, barulah cabai rawit dan petai dimasukkan. Masak terus hingga kuahnya agak sedikit kental. Barulah buntil bisa diangkat. Sebagai informasi, resep buntil ini bisa di-frozen. Saat ingin menyantapnya kemudian, bisa dikukus kembali.


Bumbu serupa

Bumbu-bumbu yang digunakan untuk membuat buntil pun bisa dimanfaatkan untuk membuat sajian makanan lain. Emmy mencontohkan dengan membuat mangut ikan asap tongkol. “Bedanya ada kencur, kunyit, jahe, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar.”

Bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, kunyit, kencur, dan jahe diulek bersama sampai benar-benar halus. Sementara itu, lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk dimasukkan bergantian saat menumis bumbu yang sudah dihaluskan.

“Kalau sudah wangi dan keluar minyak, bisa tambahkan sedikit air biar tidak gosong. Saat menumis, masukkan garam dan gula sesuai selera. Kemudian, terakhir masukkan santannya, baru ikannya.”

Setelah ikan asapnya dimasukkan ke kuah santan, tunggu hingga 15 menit dengan api kecil. Proses ini dibutuhkan agar bumbu dan kuahnya meresap ke dalam ikannya. Potongan cabai dan cabai rawit bisa masuk terakhir sekaligus untuk mempercantik tampilan. Bila Anda merasa
kuah santannya kekentalan, bisa tambahkan air sedikit. Mangut ikan asap pun siap disajikan. (M-1)

 

BERITA TERKAIT