06 June 2020, 18:00 WIB

Panduan Protokol Kesehatan untuk Pondok Pesantren Hampir Rampung


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Agama bersama Kementerian Kesehata telah menyusun draf protokol kesehatan yang segera diterapkan di pondok pesantren. Bahkan draf protokol kesehatan itu akan segera dipresentasikan di hadapan Menteri Agama Fachrul Razi.

"Draf sudah kami bahas, jadwalnya besok Senin akan dipresentasikan ke menteri, mudah-mudahan selesai," kata Imam Safe'i, Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantre Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, kepada Media Indonesia, Sabtu (6/6).

Penyusunan protokol kesehatan dilakukan guna menghindari warbah covid-19 merebak di lingkungan pesantren. Menurutnya, protokol kesehatan itu dinilai penting mengingat kondisi pesantren yang sangat rentan dengan penyebaran virus tersebut.

"Fasilitas pesantren yang kurang memadai dibanding jumlah santri yang tinggal di pesantren sangat rentan dengan penyebaran virus," sebutnya.

Baca juga : Yurianto : 80% Infeksi Covid-18 tak Timbulkan Gejala

Apalagi fasilitas MCK pesantren dan tempat tidur santri masih kurang. Pasalnya, bagi santri semua tempat di pesantren bisa digunakan sebagai tempat beristirahat karena kamar-kamar yang ada tidak memadai.

Oleh karena itu, pesantren mesti mengikuti protokol kesehatan untuk melangsungkan pembelajaran. Protokol kesehatan ini dalam waktu dekat akan disosialisasikan ke seluruh pesantren di Indonesia.

"Ini bukan anjuran atau larangan bagi pesantren dalam melangsungkan pembelajaran. Ini otoritatif karena standar ini dikeluarkan dari Kemenkes," pungkasnya (OL-7)

BERITA TERKAIT