06 June 2020, 15:57 WIB

Puluhan Rumah di Sikka Terendam Air Akibat Banjir Rob


Gabriel Langga | Nusantara

PULUHAN rumah warga di wilayah pesisir pantai tepatnya di Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terendam air akibat banjir rob.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Sabtu (6/6), tampaknya ada beberapa warga yang didominasi oleh ibu-ibu lagi membersihkan rumah mereka akibat kemasukan air laut.

Salah satu warga yang rumahnya kemasukan air laut akibat banjir rob ini, Siti Rabiah Intan menuturkan, air laut mulai naik di rumahnya sekitar pukul 09.00 wita disebabkan air laut pasang. Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam air laut termasuk rumahnya.
Kebetulan rumah yang ia tempati dekat pesisir pantai.

Baca Juga: Puluhan Rumah Terendam Banjir di Sikka

"Sudah tiga hari rumahnya terendam air laut. Air laut masuk sampai ke dalam kamar. Ketinggian air ini setinggi lutut. Tadi juga sempat kami bersama anak-anak mandi di depan teras rumah," ungkap Siti Rabiah.

Ia mengaku sampai saat ini rumahnya masih terendam air laut. "Air laut sudah surut ini baru kami bersihkan rumah. Kalau sebentar malam
atau besok air laut pasang lagi, mau tidak mau, kami harus tidur sementara di rumah keluarga, jelas Siti Rabiah.

Dirinya berharap, ada perhatian dari pemerintah untuk membangun tanggul di sekitar pesisir pantai sehingga apabila air pasang rumah mereka tidak terendam air laut lagi.

Baca Juga: Ratusan Ha Padi Siap Panen di Desa Magepanda Rusak Akibat Banjir

Ketua RT 13, Muhammad Rusdin mengaku, tidak heran kalau sejumlah rumah warganya terendam air laut. Menurut dia, banjir rob ini sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

"Setiap tahun warga di sini mengeluh. Kami sudah sampaikan kepada pemerintah untuk bangun tanggul tetapi tidak ada realisasi. Tetapi mau bilang apa, hanya janji saja yang kita dapat dari pemerintah ," kesal Rusdin.

Dikatakannya, akibat dari banjir rob beberapa fasilitas umum seperti jalan dan drainase mengalami kerusakan. "Ini beruntung saja depan masjid itu ada saluran. Coba kalau tidak ada saluran, pasti air laut juga masuk kedalam masjid," tutur dia. (GL/OL-10)

BERITA TERKAIT