06 June 2020, 15:30 WIB

Himawan Arief Sugoto, Dari Entrepreneur ke Birokrasi


Raja Suhu | Ekonomi

SEKRETARIS  Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto memiliki perjalanan karier profesional yang unik. 

Berawal dari seorang Insinyur yang juga Entrepreneur dan sekarang masuk ke dalam pemerintahan sebagai Sekjen di Kementerian ATR/BPN.
.
Melalui video conference Kamis (4/6) , Himawan Arief Sugoto berkesempatan berbagi pengalaman perjalanan karirnya serta seputar Kementerian ATR/BPN pada acara  Open Talk yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). 

Mengawali acara dengan tema "Dari Insinyur, Entrepreneur, ke Birokrat" Himawan Arief Sugoto menceritakan awal perjalanan karirnya. Pria lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 1990 ini memulai karirnya di Negeri Sakura, Jepang. 

Di Jepang, Himawan muda belajar banyak dari budaya kerja orang Jepang. "Etos kerja, atasan saya selalu memikirkan apa yang besok dikerjakan. Itu saya tanam di dalam diri saya. Bekerja secara profesional dan menghargai sesama rekan kerja lalu kepercayaan serta networking," ujar mantan Direktur Utama Perum Perumnas ini. 

Sepulang dari Jepang, Himawan Arief masuk ke bisnis properti. Atas performanya Himawan Arief Sugoto diangkat menjadi Chief Operation Officer PT Prosys Bangun Nusantara (Bakrie Group) pada tahun 1995 dan pada tahun 2000 menjadi President Director/CEO PT Prosys Bangun Persada.

Perjalanan karir Himawan Arief tidak selalu mulus, tapi kemampuannya mengambil keputusan dan network yang luas membantunya melewati berbagai rintangan pada dunia usaha. 

"Tahun 2000an ada restrukturisasi dan perusahaan harus ditutup. Saya sempat bingung lalu saya panggil teman saya meminta bantuan. Akhirnya saya keliling, saya presentasi untuk jualan ke perusahaan-perusahaan yang Dirut-Dirutnya saya kenal," kisahnya. 

Prestasi dan sepak terjangnya di dunia properti inilah yang mengantarkan Himawan Arief  menjadi Direktur Utama Perum Perumnas pada tahun 2007 silam. 

Tidak berhenti di situ, pada 2018 lalu Himawan Arief  dipercaya membantu Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN. 

Dilantiknya Himawan Arief  yang berlatar belakang non ASN menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini dimungkinkan, Peraturan Pemerintah  Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil mengatur hal tersebut.

Sebagai birokrat, Himawan mengemban tugas juga untuk memastikan strategic goal Kementerian ATR/BPN  2025 dapat terjaga. 

Tujuh strategic goal itu adalah 1) Terwujudnya keadilan pertanahan; 2) Mendaftarkan bidang-bidang tanah di seluruh Indonesia; 3) Penataan ruang berbasis RDTR untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi; 4) Meningkatkan standar kompetensi SDM menuju birokrasi berstandar dunia; 5) Mewujudkan Kantor Layanan Modern yang memberikan produk, layanan dan pusat informasi pertanahan dan tata ruang secara elektronik berbasis teknologi informasi; 6) Mengoptimalkan layanan informasi pertanahan dan tata ruang sebagai basis penerimaan negara dalam rangka self financing ; dan 7) Mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah dengan memberlakukan sistem pendaftaran tanah stelsel positif.

"Dalam rangka visi 2025 kita mencoba setting 7 (tujuh) program, kita ingin mewujudkan keadilan pertanahan. Sekarang ini ketimpangan rasio pertanahan antara korporasi dan perorangan masih agak jauh. Kita akan berusaha dengan program Reforma Agraria," ujarnya.
 
Tahun 2020 yang merupakan peningkatan kualitas PTSL adalah upaya Kementerian ATR/BPN untuk bertransformasi lebih maju dan lebih baik yakni dengan tagline yang baru ialah Melayani, Profesional dan Terpercaya. 

"Kami sebagai pelayanan masyarakat selalu siap, karena kita Melayani, Profesional dan Terpercaya. Kenapa kita sebut, saya selalu berusaha jika ada pelayanan terlambat, saya forward jangan sampai Kakannya tidak merespon. Kita juga terus membangun profesionalisme dalam benak mindset dan semua produk kebijakan kita semakin terpercaya," tandas Himawan Arief Sugoto.
.
Menutup acara di depan 368 peserta yang hadir, Himawan Arief Sugoto berpesan," Intinya kita berharap, bekerja dengan antusias jangan membuat pekerjaan itu menjadi beban, kita kerjakan dengan semangat dan kerjakan dengan baik," tutupnya. (RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT