06 June 2020, 14:53 WIB

Telkomsel Bantu APD untuk IDI Kalsel


Denny S | Nusantara

PT Telkomsel kembali menyalurkan bantuan bagi penanganan pandemi virus korona di Kalimantan Selatan. Sebanyak 600 alat pelindung diri (APD) diserahkan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel.

''Telkomsel berupaya membantu masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, termasuk di Kalsel," kata General Manager Network Operation & Quality Management PT Telkomsel Regional Kalimantan, Rahmad Putra Jaya, Sabtu (6/6).

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban tenaga medis dalam menjalankan tugas mulia berjuang di garis pertahanan terakhir penanganan virus korona.

Baca Juga: Banjarmasin Urung Terapkan New Normal Covid-19

Bantuan 600 set alat medis yang diberikan Telkomsel kepada IDI Kalimantan Selatan meliputi sepatu booth medis, sarung tangan/gloves medis, safety eyewear, masker medis, dan cover sepatu.

Proses penyerahan dilakukan secara virtual video conference pada Jumat (5/6) oleh General Manager Network Operation & Quality Management Regional Kalimantan Rahmad Putra Jaya kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalsel DR dr M Rudiansyah.

Sebelumnya, Telkomsel telah melakukan pemberian dukungan secara strategis bagi sejumlah lembaga pemerintahan dan organisasi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin. Di antaranya 300 unit bantuan APD yang telah diserahkan kepada RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, kemudian berbagi bantuan sembako kepada anak-anak Yayasan Pejuang Mulia Banjarmasin, Panti Asuhan  Muhammadiyah Alabio, Yayasan Darul Yatama Zulfah, serta berbagi kepada kaum dhuafa di Banjarmasin dengan bekerja sama melalui Rumah Zakat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 makin Tinggi, Banjarmasin akan Perpanjang PSBB

Sementara hingga Sabtu (6/6) siang, jumlah kasus positif virus korona di Kalsel sudah mencapai 1.213 kasus. Sebanyak 1.015 orang kini
tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun di lokasi karantina khusus. Tercatat ada 104 orang penderita korona berhasil disembuhkan dan 94 lainnya meninggal dunia.

Kemudian ada 848 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 235 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). "Terjadi penambahan 71 kasus baru di Kalsel yang terbanyak dari Banjarmasin 51 kasus dan Kotabaru 13 kasus," tutur Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim. (Denny S/DY/OL-10)

BERITA TERKAIT