06 June 2020, 14:39 WIB

22 Penyintas Covid-19 Jatim Siap Donor Plasma Konvalensens


RO/Micom | Nusantara

METODE plasma konvalesens telah terbukti efektif menyembuhkan pasien positif Covid-19 dalam kondisi berat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada 22 orang penyintas Covid-19 yang telah siap menjadi donor plasma konvalensens bagi pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan yang masuk kategori berat dan sangat berat.

Ke-22 orang pendonor yang telah masuk dalam daftar tunggu itu 20 orang di RSUD Dr Soetomo dan dua orang lainnya di RS Syaiful Anwar Malang.

“Alhamdulilah sudah terdapt 22 orang yang terkonfirmasi secara bertahap akan mendonorkan plasma darahnya,” ungkap Khofifah dalam keterangannya pada Konferensi Pers Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (5/6) malam.

Khofifah berharap jumlah pendonor akan semakin bertambah. Karenanya, pihaknya kembali mengajak masyarakat khususnya para pasien yang sembuh dari Covid-19 agar dengan suka rela  untuk menjadi donor. Praktek donor plasma darah ini sendiri juga telah mendapat izin dari  WHO dan FDA Amerika untuk dipergunakan pada pasien Covid-19 dengab kategori  berat dan sangat berat.

Menkes Terawan pada kunjungannya ke Jatim menyebut donor plasma darah ini akan menjadi terapi bagi mereka yang masuk pada kategori berat dan sangat berat. Walaupun ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi donor, tentunya dengan semakin banyak yang bersedia maka harapan kesembuhan pun akan semakin meningkat.

"Tentu jika teman-teman mengajak secara continue, Insya Allah akan lebih banyak lagi, yang dengan sukacita mendonorkan plasma darahnya untuk menolong saudara-saudara yang lain," Khofifah.

Dirut RS Syaiful Anwar Malang, Khohar Hari Santoso, menyampaikan bahwa plasma darah dari dua pendonor sudah diberikan ke pasien Covid-19 yang tengah menggunakan ventilator. Setelah diberikan donor plasma sebanyak tiga kali dan disertai pengamatan, kondisi pasien tersebut tercatat membaik bahkan alat bantu nafas sudah bisa dilepas.

"Di Syaiful Anwar, kita sudah dapat dua pendonor dan sudah digunakan ke pasien. Setelah diberikan sebanyak tiga kali, ternyata alat bantu nafasnya bisa dilepas," tutur Kohar, yang juga sebagai Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim. (J-1)

BERITA TERKAIT