06 June 2020, 12:32 WIB

BST Diperpanjang Sampai Desember, Kemajuan Desa Bisa Melambat


Ferdinandus Rabu | Nusantara

TIDAK semua desa setuju adanya aturan memperpanjang bantuan sosial untuk warga terdampak covid-19 dengan menggunakan dana desa. Seperti Desa Kenere, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur seperti diungkapkan oleh kepala desanya, Mikael Koliwutun Klodor bahwa adanya aturan memperpanjang bansos dari dana desa sampai Desember bisa mengganggu pembangunan desa.

"Terkait perpanjangan pembagian BLT hingga Desember, kami tentu siap menindaklanjuti keputusan tersebut. Namun, dikhawatirkan program kerja desa akan terhambat dan tidak berjalan lancar, karena harus merealokasi anggaran dari program sebelumnya untuk BLT," kata Mikael, Sabtu (6/6)

Ia menjelaskan sebelumnya BLT untuk tiga bulan masih bisa ditanggulangi. Namun bila diperpanjang hingga Desember maka akan sangat berpengaruh pada kemajuan program kerja desa.

"Program kerja di bidang pembangunan fisik terpaksa dipending, seperti pembangunan rumah ibadah dan talud pantai terpaksa dihentikan karena anggarannya harus direalokasikan untuk BLT selama 3 bulan, yaitu April, Mei, dan Juni. Dan sekarang aturan kembali memperpanjang BLT hingga Desember, maka kami harus merealokasi anggaran lagi dari program kegiatan desa. Saat ini tinggal tiga bidang program kegiatan desa, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang pemberdayaan kemasyarakatan. Sehingga kami harus merealokasi lagi anggran di bidang pemberdayaan masyarakat untuk alokasi BLT selama 6 bulan hingga bulan Desember. Dampak nya, program kerja desa tidak berjalan maksimal karena anggaran sudah digunakan untuk BLT," ujarnya.

Menurut Mikael jika anggaran dana desa ditambah lagi sehingga program kerja desa yang sudah disepakati tetap berjalan lancar.

"Kalau harus terus direalokasikan untuk BLT maka, kami minta anggaran dana desa bisa ditambah lagi. Supaya tidak mengurangi anggaran yang disiapkan untuk program desa yang juga penting. Misalnya, program pemberdayaan kemasyarakatan juga sangat penting, karena difokuskan untuk pengembangan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat petani, nelayan, dan peternakan, namun terpaksa harus dipangkas dan direalojkasikan untuk anggaran BLT," tambahnya. 

baca juga: Perwali PSBB Palembang Resmi Diubah

Menurutnya jika dana desa tidak dinaikkan maka banyak program desa terhenti. Saat ini ada dua bidang yang tidak dapat diutak-atik lagi, yaitu bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara beberapa bidang program kerja lainnya sudah direalokasikan untuk BLT. 

"Dana desa kami hanya Rp700 juta lebih. Dan sekitar Rp300 juta lebih untuk BLT hingga Desember nanti," pungkasya. (OL-3)

BERITA TERKAIT