05 June 2020, 18:00 WIB

Bupati Cellica: Relokasi Warga Desa Cemarajaya Tertunda Covid-19


Cikwan Suwandi | Nusantara

DIHANTAM banjir rob selama dua hari, sebanyak 162 rumah di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang rusak ringan dan berat. Diantaranya sebanyak 20 rumah ambruk.

"Itu ada sebanyak 162 rumah, banjir rob menerjang sekitar 1 meter," ungkap anggota BPBD Karawang, Nurdin kepada wartawan, Jumat (5/6).

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana disela peninjauan lokasi banjir rob bersama Muspida menyebutkan, banjir rob di Desa Cemarajaya sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga: Bupati Karawang dan Anak Buahnya Positif Covid-19

Sebelumnya, jelas Bupati Cellica, pada 2017 pemerintah telah membeli lahan seluas 3 hektar untuk dijadikan tempat relokasi bagi warga. Cellica mengakui saat ini proses pematangan baru 4.000 meter persegi.

"Untuk pembangunan rumahnya kita akan anggarkan diperubahan tahun ini. Karena kemarin dianggaran murni karena ada anggaran yang diarahkan kepada penanganan covid-19," ungkapnya.

Dari data pemerintah desa setempat, lanjut Cellica, terdapat 262 kepala keluarga yang siap untuk dilakukan relokasi.

Di Tahun 2018, Desa Cemarajaya dibangun pemecah ombak oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sepanjang 6,7 kilometer. Namun sayangnya pemecah ombak yang dibangun tetap tidak berfungsi menahan abrasi dan banjir rob.

Untuk bantuan sementara, pihak pemerintah daerah menurunkan 2 ton beras dan pembuatan posko bencana. (OL-13)

Baca Juga: Banjir Rob di Pantura Jawa hingga 6 Juni

BERITA TERKAIT