05 June 2020, 15:46 WIB

Ramai Keluhan Soal Tes Swab, DPD RI Sumsel Buka Layanan Pengaduan


Dwi Apriani | Nusantara

DEWAN Perwakilan Daerah RI Sumatra Selatan menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait tes swab yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Hal itu diungkapkan anggota DPD RI asal Sumsel, Eva Susanti, ada cukup banyak masyarakat Sumsel yang mengirimkan informasi berisi keluhan terkait pelayanan BBLK Palembang.

Untuk itu, secara resmi, DPD RI membuka layanan pengaduan untuk masyarakat terkait pelayanan penanganan covid-19 di wilayah tersebut. Pelayanan pengaduan bisa melalui tertulis dan diberikan ke Kantor DPD RI Sumsel ataupun pesan singkat.

Diakui Eva, sejak beberapa hari terakhir, cukup banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait lambatnya pengumuman hasil swab, dan sebagainya. 

"Kami sudah menerima banyak keluhan, dan dari keluhan-keluhan itu, langsung kami surati Dinas Kesehatan Sumsel, BBLK Palembang, dan gugus tugas penanganan covid-19 Sumsel terkait dengan masalah ini," ujar Eva, Jumat (5/6).

Contohnya, lanjut Eva, banyak keluhan mengenai lambatnya hasil tes swab korona yang bisa memakan waktu hingga 10 hari lebih.

"Hal ini membuat masyarakat resah, apalagi jika pasien meninggal dunia sebelum hasil swab keluar, mau tidak mau pasien harus dimakamkan dengan protokol covid-19. Ini yang menjadi masalah karena jika hasil swab ternyata negatif, masyarakat akan sangat kecewa," jelasnya.

Baca juga: Pemprov Sumsel Berikan Insentif Tenaga Medis

Ia pun memberikan kesempatan kepada masyarakat, untuk menyampaikan keluhan yang terjadi selama mendapat pelayanan penanganan covid-19 di Sumsel. Keluhan bisa disampaikan ke kantor atau pesan singkat ke 0811-7878967. Keluhan akan langusng ditanyakan kepada mereka yang bertugas. Lalu disalurkan ke Kementerian Kesehatan untuk segera ditindaklanjuti.

Selain menerima keluhan, pihaknya juga mendesak agar hasil swab keluar tidak terlalu lama, apalagi hingga berhari-hari. Sehingga warga yang dites tidak cemas dan ketakutan lebih dulu.

"Keluhan yang datang ada tiga dari Palembang dan tiga dari Empat Lawang. Mereka keluarga yang sempat kontak dengan pasien yang positif. Ada yang bilang 10 hari, padahal hasil swab bisa keluar dua hingga delapan hari. Apalagi mereka ini kan sehat," jelasnya.

DPD RI Sumsel pun meminta agar pihak gugus tugas lebih teliti dalam menetapkan status pasien dalam pemantauan (PDP) dan orang tanpa gejala.

"Kami meminta kepada Gugus Tugas lebih berhati-hati untuk menetapkan status orang menjadi PDP, ODP, supaya lebih selektif lagi," pungkasnya.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT