05 June 2020, 11:15 WIB

66 RW Zona Merah, Gerindra: Jangan Ada Lagi yang Nongkrong


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Sebanyak 66 RW di Jakarta masih menjadi zona merah penularan covid-19. Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menilai penting untuk membatasi pergerakan warga di puluhan RW tersebut agar penularan virus covid-19 tidak merajalela ke lingkungan RW lainnya.

"Saya rasa yang tidak berkepentingan jangan keluar rumah untuk yang di 66 RW itu. Enggak ada lagi tuh nongkrong-nongkrong di luar," ujar Iman, Jumat (5/6).

Ia mengatakan pembatasan lokal yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI itu perlu diberlakukan dengan tegas. Misalnya bagi warga yang berada di 66 RW zona merah itu harus menunjukkan surat keterangan tugas kerja jika ingin keluar dari RW itu.

Petugas dan perangkat daerah, imbuhnya, yaitu lurah atau Ketua RW dan RT juga senantiasa mengontrol warga yang diisolasi itu karena terpapar covid-19.

Baca juga: Pengamat: Masa Transisi Harus dengan Kultur yang Tegas

"Di data siapa saja warga dan keluarga yang kena (covid-19). Mereka harus dibantu dan dikasih perhatian khusus. Tapi harus disiapin juga bantuannya kalau ada pembatasan lokal. Bisa berupa bansos atau bentuk makanan siap saji. Jadi, tidak ada alasan lagi mereka keluar rumah untuk beli makanan," pungkas Politisi Gerindra itu.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan menyebut 66 RW itu tersebar di Jakarta Barat ada 15 RW, di Jakarta Pusat ada 15 RW, Jakarta Selatan ada 3 RW, lalu di Jakarta Utara ada 15 RW, di Jakarta Timur juga 15 RW, di Kepulauan Seribu ada di dua pulau (3 RW).

Menurut Anies, kalau di Kepulauan Seribu, pembagiannya bukan berbasis RW, tapi berbasis pulau.

"Di Jakarta Selatan pada Maret lalu hampir seluruh titik merah. Di sinilah kita menemukan kasus paling banyak di bulan Maret. Hari ini hijau dan kuning. Artinya kita bisa mengubah dan terjadi dan terbukti. Sementara 66 RW ini masih harus ditangani secara khusus," jelas Anies dalam video Youtube resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6). (OL-14)

BERITA TERKAIT