05 June 2020, 10:20 WIB

Pengamat: Masa Transisi Harus dengan Kultur yang Tegas


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati menilai warga Jakarta bisa beradaptasi dengan baik dalam masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, hal itu harus dibarengi dengan kultur yang tegas untuk mematuhi segala kebijakan pemerintah daerah.

"Orang Jakarta lebih baik dari Amerika soal perilaku selama ada pembatasan. Saya optimis warga pada ikuti ketentuan transisi ini, tapi caranya membangun kultur yang ketat agar warga patuh dan disiplin," ujar Devie, Jumat (5/6).

Selama ini memang Devie melihat sudah banyak warga yang berakrobat personal dengan masih ngotot berkumpul atau berpergian ke tempat umum, yakni mal atau tempat makan.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Depok Kembali Bertambah

Di masa transisi ini, Devie meminta ada pengawasan juga dari pemerintah, misalnya dengan pelibatan petugas atau Satpol PP. Hal itu, katanya, bakal efektif untuk mengatur perilaku warga yang beraktivitas di tempat umum, yakni mal atau di pertokoan.

"Perlu ada pendampingan yang ketat di tempat-tempat yang dibebaskan itu. Misalnya pas mal buka nanti. Harus ada penertiban. Ada kultur baru seperti mengantre kan nanti. Orang dicek dulu suhu tubuhnya. Ada aparat yang hadir secara nyata di tempat yang dibebaskan itu," jelas Devie.

Pasalnya, apabila ada pembiaran dari pemerintah daerah, Devie mengkhawatirkan ada lonjakan kasus atau gelombang kedua penularan covid-19 di Ibu Kota.

"Kalau tidak disiplin, lalu nanti orang-orang produktif itu, kasarnya meninggal karena covid-19. Siapa yang mengisi perekonomian kita? Itu juga yang jadi warning untuk warga agar tidak coba-coba berakrobat personal lagi. Tetap patuhi protokol kesehatan," tandas Devie. (OL-14)

 

 

BERITA TERKAIT