05 June 2020, 08:50 WIB

KBRI Addis Ababa Dorong Kerja Sama Ekonomi dengan Ethiopia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

DUTA Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, mengatakan potensi kerja sama ekonomi dengan Ethiopia sangat besar. Pasalnya jumlah penduduk Ethiopia 112 juta jiwa, terbesar kedua di Afrika setelah Nigeria.

"Selain itu harga listrik dan biaya tenaga kerja murah. Sementara itu pemerintah memberikan berbagai fasilitas bagi perusahaan-perusahaan asing yang berinvestasi di Ethiopia,” kata Al Busyra.

Hal itu ia jelaskan dalam webinar internasional yang diselenggrakan Universitas Islam Balitar (Unisba) dan Kedutaan Besar RI (KBRI) Addis Ababa dengan topik Peluang dan Tantangan Bisnis di Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Kamis (4/6).

Sementara Djibouti, ia menjelaskan, walaupun jumlah penduduk kurang 1 juta jiwa, namun negara ini adalah gerbang perdagangan yang sangat penting bagi negara-negara di kawasan Afrika Timur karena memiliki pelabuhan yang besar dan modern.

Lebih lanjut, Duta Besar Al Busyra Basnur mendorong pengusaha Indonesia meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Ethiopia dan negara-negara lain Afrika, karena benua Afrika yang terdiri dari 55 negara memiliki potensi pasar yang sangat besar dengan jumlah penduduk 1,3 miliar jiwa.

“KBRI Addis Ababa tidak hanya mendorong kerja sama ekonomi oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dan Ethiopia, juga kerjasama ekonomi antar generasi muda kedua negara. Juni 2019 diselenggarakan 1st Indonesia-Ethiopia Young Entrepreneurs Forum di KBRI diikuti sekitar 200 orang,” imbuh Ravky Adi Permato, Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Addis Ababa.

Baca juga: Ribuan Orang di Hong Kong Menentang Larangan Peringatan Tiananmen

Selama sepuluh tahun, Ethiopia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Periode 2008 hingga 2018 pertumbuhan ekonomi Ethiopia rata-rata di atas 10 persen.

Banyak perusahaan asing saat ini mengadakan kerjasama ekonomi dan menanamkan investasi di Ethiopia, termasuk lima perusahaan Indonesia. Perusahaan Indonesia tersebut terus berkembang pesat dan bahkan berencana melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga Ethiopia.

Namun, kemajuan dan peluang kerja sama ekonomi dengan Ethiopia belum banyak diketahui masyarakat Indonesia, termasuk pelaku bisnis.

Unisba menggelar webinar dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan kawasan Afrika.

Rektor Unisba Blitar, Soebiantoro, dalam sambutan pembukaan menyampaikan webinar tersebut sangat penting untuk membangkitkan semangat generasi muda Indonesia, terutama mahasiswa Unisba, mengembangkan semangat kewirausahaan dan kerjasama bisnis dengan negara-negara lain di dunia, terutama Ethiopia dan negara-negara Afrika.

Webinar diikuti oleh mahasiswa, dosen dan pimpinan Unisba Blitar serta beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia dan masyarakat umum. (A-2)

BERITA TERKAIT