05 June 2020, 05:25 WIB

Persiapan Dimulai dari Desa


Ind/X-8 | Politik dan Hukum

KENDATI pandemi covid-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat, para kepala daerah mulai bersiap untuk penerapan tatanan kenormalan baru. Persiapan dilakukan mulai dari unit terkecil, yakni desa.

Tatanan kenormalan baru ialah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan covid-19. Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas menjelaskan di daerahnya kenormalan baru disebut sebagai kebiasaan anyar agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Persiapan menuju kebiasaan anyar itu juga sudah dilakukan mulai di tingkat desa. Salah satunya ialah pelayanan publik di seluruh kantor desa disesuaikan dengan prosedur operasional standar kesehatan sesuai arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Orang wajib menggunakan masker. Apabila tidak, dia tidak mendapat pelayanan, wajib cuci tangan sebelum masuk ke tempat umum,” ujar Azwar Anas dalam diskusi virtual yang diselenggarakan di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan perekonomian Banyuwangi bertumpu pada pariwisata. Menjelang penerapan kebiasaan baru, protokol di bandara pun diperketat. Selain itu, ada hotel yang menyediakan rapid test untuk mendeteksi covid-19. “Begitu tamu keluar dari kamar, semua harus dibersihkan.”

Untuk bisnis seperti restoran, Azwar Anas mengatakan pemerintah kabupaten sudah melakukan kurasi. Restoran yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik diberikan stiker atau sertifikasi.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi menyampaikan di wilayahnya semua kegiatan, termasuk industri, sudah sesuai protokol kesehatan untuk menyongsong era kenormalan baru.

Menurut Hendrar, di Semarang ada sembilan kawasan industri yang masih berjalan di tengah pandemi. Pemda meminta mereka membatasi jumlah karyawan yang masuk kerja. “Kalau biasanya yang kerja 400 orang, kita minta atur jarak dan dikondisikan dengan sif,” terangnya. (Ind/X-8)

BERITA TERKAIT