05 June 2020, 05:05 WIB

Swasta Dorong Ketahanan Pangan


LD/RS/N-3 | Nusantara

SEKTOR swasta mulai menjajaki kerja sama dengan kelompok tani melalui program ketahanan pangan. Kelompok tani di beberapa wilayah di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dibidik menjadi mitra.

Dalam rencana sinergi itu, sejumlah komoditas yang akan dikerjasamakan ialah pa­­di organik, buah organik, dan singkong.

“Kami menjajaki kerja sa­ma dengan kelompok tani dalam mengembangkan berbagai macam komoditas pangan organik. Hal ini kami lakukan untuk mendorong ketahanan pangan masyarakat. Kami mengajak kelompok tani untuk bekerja. Saat ini yang telah jalan di Pekalongan dan Kebumen. Di Banyumas masih dalam ta­hap uji coba,” ungkap Presiden Komisaris PT Pranajati Agrinusantara, Darsono, kemarin.

Pada kerja sama dengan kelompok tani, lanjut Darsono, pihaknya akan memberikan bantuan mulai dari pelatihan, pemberian bibit, pupuk, sampai pemasaran. “Jadi ada tiga komoditas, yaitu padi, buah-buahan, dan singkong. Untuk singkong, misalnya, dalam jangka waktu 6 bulan dapat menghasilkan 30 kg dalam satu pohon. Inilah yang akan kami kembangkan bersama dengan kelompok tani,” urainya.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Bali, melalui inovasi dan gagasan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan jajarannya, meluncurkan Program ASN Tabanan Peduli. Program itu sebagai upaya untuk membantu serapan hasil pertani­an dan menghidupkan kembali bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Peluncuran perdana Program ASN Tabanan Peduli ditandai dengan penyerahan secara simbolis paket pangan dari hasil pertanian dan UMKM lokal untuk seluruh ASN Pemkab Tabanan. Paket pangan tersebut diserahkan bupati dan diterima Sekretaris Daerah, I Gede Susila, di depan Kantor Bupati Taba­nan, kemarin.

Eka mengatakan kegiatan itu merupakan tindakan pe­duli dari Pemkab Tabanan serta jajaran, khususnya ASN, untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis pandemi global covid-19 saat ini. Dengan menggandeng Perusahaan Daerah Dharma Santhika, menurut rencana, kegiatan tersebut akan berlangsung sampai enam bulan ke depan.

Dalam pelaksanaannya, pa­ket hasil pertanian akan di­jual seharga Rp100 ribu dengan biaya pengadaan yang ditanggung secara bergotong-royong melalui penyisihan sebagian tunjangan tambahan penghasilan ASN. (LD/RS/N-3)

BERITA TERKAIT