04 June 2020, 23:46 WIB

Jakarta Masuki Masa Transisi, Polri Fokus Awasi Protokol Kesehata


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Nana Sujana mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi merespon keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Nana menyebut jajarannya akan turun langsung ke lapangan dalam hal pengamanan, pengawasan, dan penegakan disiplin protokol kesehatan.

"Khususnya yang sudah dilakukan di beberapa tempat tertentu di antanya MRT, KRL, kemudian pasar-pasar. Dan ini kami akan terus melakukan upaya-upaya dan kami akan merangkul tidak hanya TNI/Polri, tetapi juga pemerintah daerah, instansi terkait, kemudian juga tokoh agama, tokoh masyarakat dilibatkan dalam hal ini," ujar Nana saat mengunjungi pos pengamanan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/6).

Seperti diketahui, meskipun PSBB di ibukota diperpanjang, namun Anies juga mengatakan bahwa bulan Juni ini Jakarta juga akan memulai masa transisi guna menghadapi kenormalan baru.

"Bukan berarti PSBB selesai. Tugas kita masih banyak, karena faktanya masyarakat yang terkena, positif, ini masih cukup banyak," tandas Nana.

Pada kesempatan itu, Nana menekankan upaya yang dilakukan pihaknya selama PSBB, di antaranya larangan mudik maupun penyekatan arus balik. Polda Metro Jaya diketahui melaksanakan Operasi Ketupat Jaya 2020 guna menghalau masyarakat keluar maupun masuk wilayah Jakarta.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Indonesia, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya beserta instansi lain berhasil memutarbalikan 65.878 kendaraan yang hendak keluar masuk wilayah Jakarta. Puluhan ribu kendaraan tersebut ditindak selama periode 24 April hingga 3 Juni 2020.

Baca juga : Restoran dan Kafe di Jakarta Siap Hadapi Kenormalan Baru

Diketahui, masa pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020 sebenarnya berakhir pada Sabtu (30/5) lalu. Namun pihak kepolisian tetap melanjutkannya sampai Minggu (7/6) dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan.

"Sesuai dengan surat keputusan Gugus Tugas dan Menteri Perhubungan untuk kelanjutan ke depan kami masih menunggu apakah tanggal 7 selesai atau akan diperpanjang kembali," pungkas Nana.

Pada kesempatan yang sama, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan penyekatan ruas jalan dilakukan guna mencegah masyarakat dari daerah episentrum baru seperti Jawa Timur.

"Kalau kita tidak kendalikan orang masuk kembali ke Jakarta, sangat dikhawatirkan akan muncul gelombang kedua serangan virus covid ini," papar Eko.

Ia juga mengingatkan selama vaksin covid-19 belum ditemukan, masyarakat perlu disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita semua disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan, mari kita semua beradaptasj dengan budaya yang baru, kepatuhan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kalau sakit, tidak usah keluar rumah, ini sekali lagi bukannya untuk menyusahkan masyarakat semua, tapi protokol ini untuk mengendalikan virus covid-19," tandas Eko. (OL-7)

BERITA TERKAIT