05 June 2020, 00:55 WIB

Segera Adaptasi Sistem Pendidikan Baru


Andhika Prasetyo | Humaniora

DUNIA pendidikan di Tanah Air sudah harus bersiap menghadapi perubahan mendasar dengan memanfaatkan keberadaan teknologi yang kini tengah berlangsung.

Pandemi covid-19 layaknya sebuah try out untuk sistem pendidikan baru yang niscaya akan terus berkembang. Pada kesempatan memimpin rapat terbatas membahas peta jalan pendidikan untuk 2020-2035 melalui konferensi video dari Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

Presiden Joko Widodo meyakini sistem pendidikan di masa mendatang akan berubah signifi kan karena keberadaan teknologi. Saat ini, hal itu pun sudah mulai dirasakan bersamaan dengan penyebaran virus korona yang membuat masyarakat dunia dipaksa menerapkan sistem pembelajaran baru, yakni secara jarak jauh tanpa kontak langsung.

Pembentukan sumber daya manusia unggul tidak lagi bisa didasarkan pada perkembangan tren ilmu di masa lalu. “Cara bekerja masa depan  akan jauh berbeda dengan hari ini. Otomatisasi, kecerdasan buatan, big data, internet of thing, harus kita antisipasi. Begitu pula perubahan demografi, profil sosio-ekonomi, termasuk pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel,” jelas Presiden.

Oleh karena itu, Jokowi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh kementerian/lembaga terkait lainnya dapat segera mempelajari negara-negara yang sudah piawai dalam menjalankan sistem pendidikan baru, seperti Australia, Finlandia, Jerman, dan Korea Selatan.

Target-target yang terukur pun harus dicanangkan, seperti berapa besar angka partisipasi peserta didik yang akan mengikuti sistem pendidikan baru dalam kurun tertentu. Kemudian, target perbaikan kualitas pengajar, kurikulum, dan pembangunan infrastruktur sekolah yang merata.

Presiden juga mengingatkan tugas besar itu bukan semata dibebankan kepada Kemendikbud, melainkan juga kementerian/lembaga lainnya, termasuk swasta dan pemerintah daerah. Selain itu, juga ada satu hal yang tidak boleh ditingalkan sistem pendidikan nasional, yakni pengembangan karakter yang berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilainilai budaya Indonesia dan Pancasila.


Tahun ajaran baru

Saat ini, memasuki tahun ajaran baru tidaklah mudah. Untuk itu, pemerintah diminta segera mengambil sejumlah langkah sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat guna terselenggaranya proses belajar mengajar yang aman dan memadai di tengah pandemi.

Imbauan itu berkembang pada diskusi bertema Memahami data terpilah covid-19 dan mempersiapkan kenormalan baru anak dalam pandemi yang diselenggarakan Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (3/6).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap hasil diskusi yang melibatkan sejumlah pakar tersebut bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar di tengah wabah covid-19.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik, Ahmad Baedowi, menambahkan bahwa harus ada politik anggaran yang mendukung kondisi tersebut. “Sesuaikan postur anggaran dengan kebutuhan dan ubah unit cost analysis dari per anak menjadi per sekolah.” (Aiw/H-1)

BERITA TERKAIT