04 June 2020, 23:14 WIB

Asosiasi Keberatan Klub Potong Gaji Pelatih Hingga 50%


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KETUA Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena mengatakan pihaknya keberatan dengan usulan klub yang akan memotong gaji staf pelatih hingga 50% jika kompetisi dilanjutkan kembali pada September mendatang.

Ia merasa usulan klub kepada PSSI itu tidak adil. Menurut Yeyen, pemotongan gaji bagi staf pelatih tidak bisa dipukul rata. Menurutnya, setiap orang yang tergabung dalam staf kepelatihan klub yang berisi pelatih, asisten, tim analisis, tim medis, hingga kitman memiliki nilai kontrak yang berbeda.

Sebagai jalan keluar, ia mengajukan usulan skema pemotongan gaji yang proporsional bagi pelatih klub.

Baca juga : APSSI: Butuh Persiapan 2 Bulan untuk Lanjutkan Kompetisi

"Permintaan dari pemilik klub kepada PSSI meminta pemotongan 50% semua gaji pelatih. Atas pemintaan itu, kami tidak langsung mengiyakan. Kita komunikasi dengan exco, akhirnya diputuskan ada skala tertentu," kata Yeyen, ketika konferensi pers virtual, Kamis (4/6).

Ia merinci bagi pelatih yang memiliki nilai kontrak di atas 600 juta boleh dipotong hingga 50%. Lalu, kontrak Rp300-600 juta boleh dipotong 25%, dan kontrak di bawah Rp300 juta harus dibayar penuh.

"Pelatih adalah profesi spesialis yang tidak semua orang bisa melakukan. Jadi tidak bisa semua gaji dipotong 50 persen," ujar eks asisten pelatih timnas Indonesia tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT