04 June 2020, 20:11 WIB

Kemendikbud bakal Sederhanakan Kurikulum dan Modul Belajar


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SELAMA pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi covid-19, banyak pihak yang meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk kurikulum darurat agar sesuai dengan situasi saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengungkapkan, saat ini tim kurikulum skemendikbud edang berupaya menyederhanakan kurikulum yang ada dan disesuaikan dengan kondisi darurat, sehingga tidak memberatkan baik bagi guru, siswa, maupun orang tua.

“Yang disederhanakan adalah kompetensi dasarnya yang cukup banyak dan berat. Dipilih materi-materi esensial, misalnya pada SD ada sekitar 60, setelah diidentifikasi ada sekitar 32 materi esensial yang akan kita sederhanakan. Jadi dari 60 menjadi 32 kompetensi dasar,” jelas Hamid dalam Diskusi Tematik Anak Sekolah dan Perlindungannya Selama Pandemi, Kamis (4/6).

Kata Hamid, penyederhanaan kurikulum ini pun nantinya akan berdampak terhadap jam belajar siswa baik yang menjalankan kegiatan belajar mengajar secara daring maupun di sekolah. “Nanti kalau yang tatap muka pasti itu jam belajarnya tidak akan sama seperti biasanya. SD mungkin 2-3 jam setelah itu pulang,” imbuhnya.

Selain menyederhanakan kurikulum, saat ini Kemendikbud juga sedang menyusun modul pembelajaran yang dapat digunakan, baik di rumah maupun di sekolah, sehingga siswa tidak terbebani dengan materi pelajaran selama pandemi.

Menurut Hamid Kemendikbud lebih fokus menyiapkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, dibandingkan pembukaan sekolah. (M-4)

BERITA TERKAIT