04 June 2020, 18:05 WIB

Anak-anak Paling Menderita dalam Perang Sipil Suriah


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Jutaan anak telah terlantar dan lebih dari 29.000 lainnya tewas sejak perang saudara Suriah meletus pada 2011, menurut laporan bersama oleh Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) dan Anadolu Agency.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati hari internasional anak-anak korban agresi atau International Day of Innocent Children Victims of Aggression pada 4 Juni setiap tahun untuk mengingatkan komitmen pada masalah hak-hak anak. Peringatan tahunan telah mengingatkan anak-anak adalah kelompok yang paling menderita akibat perang saudara di Suriah.

Sebanyak 6,7 juta warga Suriah, termasuk 2,5 juta anak-anak, harus meninggalkan negara mereka karena perang saudara, menurut data PBB.

Sejak Maret 2011, setidaknya 29.296 anak telah terbunuh di Suriah oleh pihak-pihak yang terlibat konflik, sementara banyak lainnya terluka atau cacat, menurut laporan bersama itu.

Rezim Suriah menjadi penyebab sebagian besar kematian, menewaskan 22.853 anak-anak. Sementara pasukan Rusia membunuh 2.005 anak-anak, menurut laporan itu.

Baca juga: Anjing Robot Ajak Pengunjung Mal Agar Tak Terpapar Virus Korona

Lalu, 223 anak tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris YPG/PKK dan 956 tewas oleh teroris Daesh/IS, ungkap laporan itu.

Kira-kira 1.000 anak tewas oleh oposisi bersenjata dan kelompok antirezim dan 924 anak tewas akibat serangan Koalisi Global Anti-IS.

Laporan itu juga mendokumentasikan pembunuhan 1.282 anak-anak oleh pihak tak dikenal lainnya.

Laporan tersebut juga menyebutkan ada 217 serangan kimia yang dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad sejak Maret 2011 hingga menewaskan 205 anak-anak.

Lebih dari 170 anak-anak telah disiksa sampai mati oleh rezim Suriah, sementara faksi yang bertikai masih menahan setidaknya 4.816 anak di penjara.

Suriah telah hancur oleh perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Al-Assad menindak demonstran prodemokrasi.

PBB memperkirakan ada ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang terlantar. (AA/OL-14)

BERITA TERKAIT