04 June 2020, 10:14 WIB

Pemburu Inuit Bantu Peneliti Pelajari Suara Paus Bertanduk


Abdillah Marzuqi | Weekend

Ahli geofisika mencatat berbagai panggilan, siulan, maupun bunyian lain dari narwhal (pasus bertanduk) saat musim panas di fjord Greenland.

Rekaman itu membantu ilmuwan lebih memahami lanskap suara di fjord sehingga memudahkan penelitian perilaku makhluk pemalu nan misterius itu.

Para peneliti meminta bantuan pada pemburu Inuit yakni penduduk asli Amerika yang tinggal di tempat-tempat dingin di Kanada utara dan Alaska. Terkadang mereka disebut Eskimo.

Menurut peneliti, narwhal sulit dipelajari karena sifatnya yang pemalu, kagetan, dan suka tinggal di kedalaman Samudra Arktik yang membeku. Saat musim panas, spesies itu biasanya mengunjungi glasial Fjord di sekitaran Greenland dan Kanada.

Tetap saja, ilmuwan kesulitan untuk mendekatinya. Berbahaya, tidak mudah mengakses bagian depan gletser. Selain itu, hewan-hewan cenderung menjauh ketika didekati perahu bermotor.

Saat itulah pemburu Inuit sangat membantu. Mereka seolah akrab, bahkan bisa mendekati makhluk misterius itu. Juli 2019, peneliti menumpang dalam ekspedisi perburuan paus Inuit di Northwest Greenland untuk mempelajari narwhal.

Para peneliti menggunakan mikrofon bawah air yang melekat pada perahu kecil, para peneliti menangkap sinyal dan suara narwhal. Mereka bahkan bisa sedekat 25 meter (82 kaki) dengan cetacea yang terkenal sulit ditangkap.

Hasil rekaman suara itu membantu peneliti dalam menentukan karakter dan ciri khas suara yang ada di habitat asli narwhal.

"Dunia mereka adalah lanskap suara fjord glasial ini," kata ahli geofisika dari Universitas Hokkaido, Evgeny Podolskiy.
Hasil studi mereka dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Oceans.

"Ada banyak pertanyaan yang bisa kita jawab dengan mendengarkan glasial fjord secara meneyeluruh," tambahnya.

Podolskiy bersama rekan bekerja di fjord Greenland sejak beberapa tahun. Mereka mempelajari suara gletser yang mencair. Kebetulan, ada populasi narwhal saat musim panas di fjord. Podolskiy melihat kesempatan untuk mempelajari makhluk-makhluk cerdik itu.

"Saya melakukan penelitian di daerah itu dan tidak memperhatikan gajah di pelupuk mata -unicorn legendaris nan endemik sedang berenang di sekitar gletser kami- adalah kesalahan besar," katanya.

Peneliti berangkat dari Desa Qaanaa. Mereka memasang mikrofon di bawah air dan merekam suara dasar fjord. Hasilnya, mereka menangkap beberapa jenis suara yang dibuat oleh narwhals. Termasuk panggilan sosial, atau siulan, dan bunyi klik yang digunakan untuk ekolokasi, sonar biologis yang digunakan oleh lumba-lumba, kelelawar, beberapa paus dan hewan lain untuk bernavigasi dan mencari makanan. (ScienceDaily/M-2) 

BERITA TERKAIT