04 June 2020, 05:45 WIB

TPM Sulteng Soroti Kasus Penembakan Petani di Poso


M Taufan SP Bustan | Nusantara

TIM Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah akan mengawal kasus dugaan salah tembak yang mengakibatkan dua warga tewas di Poso. Anggota TPM Sulteng Andi Akbar mengatakan, meski belum dihubungi pihak keluarga korban, TPM akan bergerak secara aktif melakukan pendampingan.

"Yang pasti kami akan kawal pihak keluarga hingga dugaan salah tembak yang mengakibatkan dua warga meninggal ini terungkap," terangnya kepada Media Indonesia di Palu, Rabu (3/6).

Firman, 17, dan Syarifudding, 25, diduga menjadi korban salah tembak tim Satgas Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Keduanya tertembak di perkebunan kopi Kilometer Delapan Dusun Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Syarifudding tewas ditempat setelah terkena tembakan di dada. Sedangkan Firman masih sempat dievakuasi, namun karena luka tambak di bagian leher membuat nyawa Firman tidak bisa diselamatkan. Jenazah kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Akbar menilai kedua korban tersebut tidak punya bukti yang cukup untuk diduga malakukan tindak pidana terorisme sebagaimana tertuang di pasal 16-17 KUHAP dan undang-undang terorisme. Karena itu, tambah Akbar, TPM mengajak semua elemen masyarakat untuk mengutuk tindakan biadab tersebut dan mengusut tuntas kasus tersebut dengan terang benderang dan seadil-adilnyanya.

"Satgas Tinombala harus dievaluasi. Kami juga mempertanyakan apakah mereka masih layak dikatakan sebagai institusi pelayan pelindung masyarakat," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT