04 June 2020, 04:30 WIB

PASI Minta Atlet Latihan dengan Aman


MI | Olahraga

DI tengah adanya wabah virus korona (covid-19), Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengingatkan atletnya sebisa mungkin menghindari latihan di luar ruangan.

Ketua Komisi Medis PASI dr Ermita Isfandiary, kemarin, mengatakan olahraga di luar ruangan bisa dilakukan, tapi harus dengan sangat hati-hati.

“Harus cerdas memilih lokasi. Lakukan latihan alternatif di rumah, tetap semangat untuk terus bergerak, meski sedang pandemi,” ujar Ermita menjelaskan.

Pemilihan lokasi latihan juga harus memperhatikan situasi di wilayah yang menjadi kediaman atlet, apakah masuk daerah aman atau zona merah. Jika masuk kategori zona aman, katanya melanjutkan, atlet boleh berlatih di luar ruangan, namun dengan porsi dan waktu yang terbatas.

Adapun jika di zona merah atau bahaya, atlet hanya dibolehkan berlatih dalam ruangan atau di area sekitar rumah. Selain itu, Ermita mengimbau agar atlet tidak memakai masker jika menjalani aktivitas latihan dengan porsi yang agak berat karena bisa mengganggu proses pernapasan.

Di lain pihak, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Marciano Norman mengatakan bahwa pihaknya akan turut membantu proses pengembalian atlet yang saat ini sedang berada di daerah masing-masing untuk bisa menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Hal itu disampaikan Marciano sebab mobilisasi masyarakat saat ini dibatasi menyusul adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai provinsi.

“KONI, pimpinan cabang, dan KONI provinsi akan koordinasi. Apabila SIKM masih diperlukan, nanti akan kita atur dikeluarkan pimpinan cabang, atau KONI atau provinsi,” ujar Marciano. 

Menurut Marciano, latihan, terutama dalam program pelatnas, harus segera dimulai mengingat padatnya ajang olahraga di tahun depan baik single event maupun multi-event.

Di sisi lain, Marciano juga mendorong kepada seluruh atlet Merah Putih untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar rutin berolahraga dalam menjaga kebugaran tubuh di tengah pandemi. (Dmr/Ant/R-3)

 

BERITA TERKAIT