04 June 2020, 04:05 WIB

Laga Uji Coba Diizinkan


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KLUB Liga Primer Inggris diizinkan menggelar laga uji coba atau persahabatan sebelum kembali bermain dalam kompetisi resmi pada 18 Juni. 

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum laga itu digelar. Pertama, jarak tempuh dari pemain atau klub ke tempat pertandingan tidak boleh lebih dari 90 menit. Lalu, pemain harus menggunakan kendaraan pribadi dan langsung menggunakan seragam pertandingan.

Jika digelar di stadion, pemain masuk melalui pintu kedatangan pemain dan langsung menuju lapangan sebelum melakukan pemanasan. Ruang ganti tidak digunakan pada laga ini. Kemudian, pertandingan akan dipimpin staf pelatih klub.

Hal tersebut dilakukan karena wasit profesional di Inggris belum melalui tes covid-19. Mereka diharapkan bisa kembali memimpin pertandingan saat kompetisi dilanjutkan pada 18 Juni. Liga Primer Inggris dijadwalkan akan kembali bergulir pada 17 Juni dengan duel antara Aston Villa dan Sheffield United serta Manchester City melawan Arsenal sebagai laga pembuka.

Liverpool saat ini masih memuncaki klasemen sementara melalui keunggulan 25 poin dari Manchester City. Mereka hanya butuh tiga kemenangan untuk mengunci gelar pertama dalam tiga dekade terakhir. 


Kurangi masa karantina

Virologis dan anggota Komisi Kesehatan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Vincenzo Salini menyarankan aturan masa karantina bagi klub Seri A selama 14 hari bisa dikaji ulang. Permohonan itu diajukan lantaran angka kasus virus korona (covid-19) di Italia mulai landai.

Sebelumnya, FIGC memutuskan untuk mengarantina seluruh skuad selama 14 hari jika ada satu pemain atau staf klub dinyatakan positif covid-19. Hal tersebut berbeda dengan kebijakan Bundesliga yang hanya mengarantina pemain yang terkena covid-19 selama 7 hari.

Keputusan FIGC dinilai bisa mengancam keberlangsungan kompetisi yang akan dilanjutkan pada 20 Juni. “Jika lebih dari satu tim harus berhenti, ada kemungkinan (kompetisi dihentikan). Namun, jika hanya satu, mungkin kompetisi dapat tetap berjalan,” kata Salini kepada Rai Sport dilansir Football Italia, kemarin.

“Setelah menemui serangkaian kesulitan, kondisi saat ini semakin kondusif. Secara klinis dan epidemologis, penyebaran virus semakin melemah.”

Ucapan tersebut disampaikan Salini setelah beberapa virologis di Italia mengklaim dinamika sebaran kasus positif covid-19 jauh berkurang jika dibandingkan dengan bulan lalu.

Meski masih mencatatkan 39.893 kasus aktif, kasus baru per harinya cenderung menurun. Pada akhir Mei, Italia mencatatkan kasus baru terendah dalam satu hari setelah melalui puncak penyebaran, yakni dengan 200 kasus baru. Pada puncaknya, 21 Maret, ada 6.557 kasus baru dalam satu hari.

“Kami tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin suhu panas yang menyebabkannya atau bahkan virus ini bermutasi. Faktanya, kami sudah tidak memiliki pasien yang dirawat intensif di RS San Raffaele, Milan,” ungkap Salini. (Skysports/R-3)
 

BERITA TERKAIT