03 June 2020, 21:14 WIB

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%


Hilda Julaika | Ekonomi

WABAH covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan agensi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) Jojo S Nugroho mengatakan pendapatan perusahaan sektor jasa kehumasan (public relations) di bawah APPRI menurun hingga 50%.

“Kalau secara persentase pendapatan kami turun ya hingga 50%. Jadi lumayan banyak sebenarnya dampaknya,” ujar Jojo dalam konferensi secara virtual, Rabu (3/6).

Penurunan ini lantaran sejumlah perusahaan yang menggunakan jasa konsultan komunikasi ini memutus kerja sama mereka. Jojo mencontohkan beberapa perusahaan tersebut seperti dari sektor travel, transportasi, hingga ritel.

“Perusahaan travel, transportasi, ritel itu terganggu dan banyak sekali. Bahkan beberapa industri semacam infrastruktur seperti semen juga. Karena infrastruktur kan berhenti ya mereka juga berhenti,” ungkapnya.

Hingga sejauh ini Jojo mensyukuri masih terdapat proyek yang berjalan. Seperti yang berkaitan dengan instagram, e-commerce, hingga industri farmasi. Namun, kekhawatiran kerugian pada perusahaan jasa ini cukup mengancam terlebih jika gelombang kedua covid-19 melanda Indonesia.

Di kesempatan yang sama, CEO MCM and MPI Antonny Liem mengatakan kondisi covid-19 ini tetap bisa memberikan peluang bisnis bagi sektor jasa bidang kehumasan ini dengan melihat ceruk-ceruk bisnis yang lebih kecil. Seperti berfokus pada content engagement untuk klien atau stakeholders.

“Kesempatan yang besar sekarang dengan ranah digital. Jadi tidak hanya memberikan service (layanan) untuk klien saja. Namun bisa menyediakan content engagement, melakukan dan menyediakan survei, hingga membuat platform teknologi yang bisa memunculkan kolaborasi di sektor tertentu,” sarannya. (E-3)

BERITA TERKAIT