03 June 2020, 20:16 WIB

Diduga Pencucian Uang dari Jiwasraya, Bentjok Beli 92 Apartemen


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

DIREKTUR Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro atau yang biasa disapa Bentjok dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat didakwa dalam kasus korupsi Jiwasraya yang merugikan negara Rp16,8 triliun dan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain, atas harta kekayaan yang diketahuinya," ungkap jaksa Bima Suprayoga di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jakarta (3/6).

Baca juga: Sidang Kasus Jiwasraya Ramai, Hakim Minta Taati Protokol Covid-19

Jaksa mengatakan, uang hasil TPPU tersebut patut diduga merupakan hasil tindak pidana dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana Jiwasraya. Hasil rasuah yang dilakukan sejak 2008 hingga 2018 itu disembunyikan atau disamarkan asal usul harta kekayaannya.

"Menyamarkan asal usul harta kekayaan berupa pembelian tanah, bangunan dan penempatan uang yang mengatasnamakan pihak lain," ujar Bima.

Baca juga: Ini Nama Samaran Eks Bos Jiwasraya dan Rekan Mereka

Nilai TPPU yang digunakan masing-masing terdakwa berkisar puluhan miliar rupiah. Pencucian dilakukan keduanya dengan cara membeli tanah, membayar bunga bank, membeli saham, pembangunan rumah, dan menukarkan sejumlah mata uang asing.

Jaksa menerangkan Bentjok telah mengalihkan uang hasil korupsi dengan membeli 92 unit apartemen menggunakan nama yang berbeda-beda. Dia juga disebut membeli empat unit apartemen di luar negeri.

Baca juga: Jaksa Sebut 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Rugikan Negara Rp16 T

Adapun Heru membelanjakan tanah, kendaraan bermotor, dan bangunan. Heru juga menyimpan uang hasil suap di sejumlah bank dengan menggunakan nama pihak lain.

"Bahwa uang yang digunakan oleh terdakwa bersumber dari kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa selaku pihak yang mengatur dan mengendalikan instrumen pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun," tutur jaksa.

Baca juga: Tujuh Hakim Ikuti Sidang Perdana Kasus Jiwasraya

Atas perbuatan tersebut, Benny dan Heru dinilai melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(X-15)

BERITA TERKAIT