03 June 2020, 16:30 WIB

Gubernur BI: Kepercayaan Investor Mulai Menguat


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

KONDISI pasar keuangan kini makin stabil di tengah program pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. Kepercayaan investor juga kian menguat dengan banyaknya arus modal asing yang masuk melalui investasi surat berharga negara (SBN).

"Kepercayaan investor semakin besar, semakin banyak investor asing yang membeli SBN. Jumlah pembelian SBN yang dibeli BI dari pasar perdana semakin lama semakin kecil dan kapasitas absorbsi pasar semakin besar," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers seusai rapat terbatas kabinet mengenai pemulihan ekonomi nasional, Rabu (3/6).

Perry membeberkan Bank Indonesia yang ikut membeli SBN sekitar Rp26 triliun dari pasar perdana yang dibuka sejak April lalu. Namun, ucap Perry, dari lelang terakhir pembelian oleh BI hanya Rp2,09 triliun dan pembelian oleh investor asing kian banyak.

"Yield SBN-nya juga menurun pernah 8,08% lalu kemarin 7,2%. Intinya koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan dan BI untuk pendanaan APBN ini semakin lama juga menumbuhkan confidence dari pasar dan tentu ke depannya akan semakin banyak juga dari pasar," ucap Perry.

Baca juga : Biaya Penanganan Covid-19 Naik Jadi Rp677,2 Triliun

Dia juga menyatakan nilai tukar rupiah kian hari semakin positif. Hal itu ditunjukkan dari posisi rupiah yang pada awal April pernah melemah hingga Rp16.400 kini berada di level Rp14.200. Menurut Perry, peluang rupiah untuk terus menguat bisa terjadi jika kebijakan keuangan dan moneter berjalan solid.

"Koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal, moneter, maupun juga sektor keuangan mendukung stabilitas dan confidence pasar, investor dalam dan luar negeri untuk ekonomi kita," ujarnya.

Perry juga mengatakan inflasi tahunan masih tergolong rendah yakni 2,19%. Untuk cadangan devisa, Perry menyebut posisinya kini meningkat dari posisi pada akhir bulan lalu. Namun, ia belum mau mengungkapkan nilainya. Adapun posisi cadangan devisa pada akhir Maret lalu turun menjadi US$121,0 miliar dan ada April naik kembali menjadi US$127,9 miliar.

"Cadangan devisa juga terus meningkat, bulan ini juga akan meningkat nanti pada 8 Juni akan diumumkan posisinya per akhir Mei 2020. Jumlahnya lebih tinggi dari akhir bulan yang lalu (April). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT