03 June 2020, 14:30 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan NTT Tanam Jagung 100 hektare


Palce Amalo | Nusantara

DINAS Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam jagung pada areal seluas 100 hektare untuk meningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Areal yang disiapkan untuk menanam jagung tersebar di 16 kabupaten, langsung diolah mulai bulan ini. "Hasil panen jagung nanti untuk memenuhi kebutuhan pangan di akhir tahun," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT John Oktavianus di Kupang, Rabu (3/6)

Pengembangan jagung seluas 100 hektare itu didanai dengan dana sebesar Rp25 miliar yang bersumber dari APBD. Menurutnya hampir sebagiann besar lahan jagung merupakan lahan sawah tadah hujan yang tidak ditanami pada di musim tanam kedua 2020."Kita manfaatkan kelembaban tanah sawah untuk ditanami jagung," tambahnya.

Sedangkan persawahan yang selama ini mendapat pasokan air dari mata air dan juga sungai yang tidak mengalami kekeringan saat kemarau, tetap menanam padi. Pemerintah juga akan menyiapkan sumur bor di beberapa wilayah.

John memastikan produksi padi di musim tanam kedua bakal berkurang, karena itu, pemerintah memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk ditanami, selain jagung dan padi, juga ditanami tanaman hortikultura.

Strategi lainnya yang dilakukan dinas pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan ialah mempercepat musim tanam kedua. Dengan demikian, saat puncak kemarau, tanaman sudah bisa dipanen. "Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanam berbagai tanaman pangan," ujarnya.

Pada 29 Mei 2020, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan benih dan alat mesin pertanian (Alsintan) terdiri dari 42 traktor roda empat dan satu escavator untuk Pemprov NTT. Alsintan tersebut yang akan dimanfaatkan untuk pengolahan lahan jagung dan padi. (OL-13)

Baca Juga: Pekarangan Pangan Lestari untuk Ketahanan Pangan Keluarga

 

BERITA TERKAIT