03 June 2020, 13:24 WIB

Puluhan Warga Tolak Rapid Test, Satgas Covid-19 Siapkan Dua Cara


Ferdinandus Rabu | Nusantara

PULUHAN warga dari Dusun Binongko, Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur menolak melakukan rapid test. Satgas Covid-19 menyiapkan sejumlah upaya mulai dari upaya humanis melalui edukasi dan pemahaman terhadap warga, hingga menempuh langkah tegas dengan upaya paksa jika warga tetap menolak.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelusuran Satgas Covid-19, sebanyak 22 warga dari Dusun Binongko, Desa Sagu tersebut diketahui pernah berkontak erat dengan pasien 02 yang terkonfirmasi positif covid-19. Namun dengan berbagai alasan, 22 warga tersebut menolak menjalani rapid test. Saat ini satgas covid-19 bersama TNI dan Polri kembali menemui warga untu melakukan sosialisasi dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga agar bersedia menjalani rapid test.

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 yang juga sebagai Sekda Flores Timur, Paulus Igo Geroda saat dikonfirmasi, Rabu (3/6), mengakui adanya penolakan warga tersebut untuk menjalani rapid test. Sehingga petugas saat ini menyiapkan dua skenario melalui upaya humanis dengan memberikan edukasi dan pemahaman, dan skenario kedua melalui upaya paksa.

"Pasca ditetapkan pasien 02 berinisial AL positif covid-19 pada hari Jumat (29/5). Satgas langsung melakukan penelusuran dan diketahui ada 22 orang yang pernah berkontak erat dengan pasien. Namun hingga saat ini warga menolak menjalani rapid test. Padahal sebelumnya petugas sudah melakukan pertemuan bersama warga dan kepala desa serta camat setempat untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga. Namun saat hendak melakukan rapid test pada Senin (1/6) lalu, warga kemudian menolak sehingga tidak jadi dilakukan," kata Paulus.

Ia menambahkan hari ini Rabu (3/6), petugas kembali menemui warga untuk melakukan edukasi untuk meminta kesediaan warga. Namun jika masih menolak, tindakan tegas akan diambil sesuai protap yang berlaku.

baca juga: Warga Desa Sadomas Majalengka Diminta Karantina Mandiri

"Hari ini, satgas bersama TNI dan Polri turun lagi ke sana menemui warga untuk memebrikan edukasi dan pemahaman. Mudahan-mudahan ada jalan keluarnya dan warga bersedia. Jika masih menolak, maka pada titik tertentu kami bisa lakukan tindakan tegas melalui upaya paksa. Protapnya harus seperti itu. Warga yang pernah kontak erat dengan pasien harus segera melakukan pemeriksaan rapid test. Tidak bisa tidak, itu sudah protapnya. Sehingga kita minta kerjasamanya, agar warga dengan iklas, bersedia menjalani rapid test untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran covid-19 di daeeah ini," ujarnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT