03 June 2020, 12:23 WIB

UGM Teratas di Indonesia, Peringkat 18 di Asia Versi 4ICU


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

UNIVERSITAS Gadjah Mada kembali  menempati peringkat nomor satu di Indonesia berdasarkan penilaian dari lembaga pemeringkat 4 International Colleges &  Universities (4ICU) tahun 2020 ini. Dalam daftar 573 universitas di Indonesia, untuk posisi 3 besar UGM menempati urutan pertama disusul Universitas Indonesia di peringkat kedua dan Universitas Pendidikan Indonesia di peringkat ketiga. Di tingkat Asia UGM berada di posisi 18.

Menanggapi hasil pemeringkatan dari 4ICU ini, Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSDI) UGM, Widyawan, Ph.D., mengatakan  pemeringkatan tersebut merupakan apresiasi dari lembaga pemeringkat internasional atas hasil kerja keras sivitas akademika UGM dalam memanfaatkan teknologi informasi di bidang pendidikan, pengajaran dan riset.

"Tentunya kita sangat bergembira dan bersyukur atas pengakuan ini," kata Widayawan dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Menurutnya peran teknologi informasi menjadi semakin penting. Di tengah situasi wabah pandemi Covid-19 dan kesibukan aktivitas work from home (WfH) serta study from home (SfH), pemeringkatan ini bisa menjadi penambah semangat sekaligus cermin untuk terus memperbaiki diri menjadi semakin baik. 4ICU merupakan lembaga pemeringkatan universitas global yang mengukur keberadaan digital dan popularitas berdasarkan jumlah trafik web, kepercayaan terhadap konten dan popularitas dari tautan web.

"4ICU didesain untuk memberikan informasi kepada calon mahasiswa asing tentang kualitas dan popularitas suatu universitas di dunia," paparnya.

Berbeda dengan lembaga pemeringkat seperti QS dan Webometrics, 4ICU memiliki kriteria penilaian sendiri dalam memberikan penilaian kepada setiap universitas yang disurvei. Meski kriteria penilaian pemeringkatan hampir mirip dengan Webometrics, imbuhnya, 4ICU lebih menyoroti di bidang keberadaan digital dan tautan.

"Webometrics lebih menekankan pada inisiatif open access. Sedangkan QS lebih ke pemeringkatan akademis dan memerlukan laporan dari universitas," tambahnya.

Ia berpendapat, lembaga 4ICU memeringkat berdasarkan kepopuleran situs, hal ini menandakan situs UGM banyak disitasi dan banyak digunakan untuk kepentingan akademik dan publikasi. 

"Situs di UGM, berikut subdomainnya, banyak diakses dan disitasi. Keperluannya bisa berupa akademik dan non-akademik," ujarnya.

baca juga: 129.937 Orangtua Murid Tolak Pembukaan Sekolah pada Juli

Widyawan menyebutkan, saat ini UGM mengelola lebih dari 45.000 website. Terdiri dari website resmi institusi, website kegiatan sperti seminar, jurnal, dan blog yang dimiliki dosen, mahasiswa dan karyawan. Dari penggunaan situs itu sangat memengaruhi pada Google indeks juga sehingga mempermudah pemeringkatan.

"Dengan banyak situs UGM yang terindeks dengan baik akan meningkatkan keberadaan secara digital. Dan dengan konten yang baik maka akan banyak disitasi oleh situs lainnya. Tentunya akan memengaruhi pemeringkatan 4ICU maupun webometrics," pungkasnya. (AU/OL-3)

BERITA TERKAIT