03 June 2020, 10:59 WIB

​​​​​​​Covid-19 Berdampak pada Kerja Sama Ekonomi RI-Tiongkok


Haufan Hasyim Salengke | Ekonomi

MEREBAKNYA wabah covid-19 pada awal tahun ini telah berimbas pada ekonomi global dan kerjasama internasional. 

Pandemi juga memunculkan dampak yang tak terhindarkan terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia.

Minister Counselor di Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Wan Liping, menjelaskan sejumlah dampak tersebut. Pertama, pertukaran personel mengalami ketidaklancaran. 

Pada Februari, pemerintah Indonesia mengambil sejumlah tindakan termasuk pemberhentian semua penerbangan di antara Indonesia dan Tiongkok, pemberhentian penerbitan visa bisnis dan visa on-arrival, dan lain-lain.

“Pertukaran personel perusahaan Tiongkok dari dan menuju ke Indonesia (menjadi) terhalang,” ujar Wang Liping dalam sebuah keterangan Kedubes Tiongkok kepada media yang dikutip, Rabu (3/6).

Kedua, lanjutnya, sejak penerapan PSBB, sebagian besar personel perusahaan harus bekerja dari rumah, ini pun mempengaruhi kegiatan produksi dan bisnis. 

Ketiga, wabah covid-19 juga berdampak pada kegiatan-kegiatan bisnis dari logistik barang, pelaksanaan kontrak secara tepat waktu, hingga bongkar muat kargo di pelabuhan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi tak Boleh Merosot Lebih Dalam

Ia mengatakan, sampai saat ini tercatat 24 perusahaan (proyek) milik Tiongkok yang setop produksi/konstruksi akibat wabah covid-19.

“Akan tetapi, kami percaya efek wabah ini bersifat jangka pendek dan sementara.”

Menurutnya, hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia bersifat saling melengkapi, wabah ini tidak mengubah fundamental ekonomi kedua negara, tren kerjasama dan perkembangan yang positif antara kedua negara tetap akan terjaga.

“Kami sangat yakin bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok Indonesia akan terus menguat dan menuju ke masa depan yang cerah,” tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT