03 June 2020, 10:25 WIB

Polres Cianjur Amankan 6 Travel Gelap Angkut Pemudik Arus Balik


Benny Bastiandy | Nusantara

SATLANTAS Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan enam unit kendaraan diduga travel gelap, Selasa (2/6) malam. Mereka kedapatan mengangkut penumpang dengan tujuan Jakarta tanpa mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM).

Kasatlantas Polres Cianjur Ajun Komisaris Ricky Adipratama melalui Paur Subbag Humas Ipda Ade Novi mengatakan, terungkapnya dugaan kendaraan pribadi digunakan mengangkut pemudik tersebut berdasarkan hasil penyekatan anggota kepolisian di sejumlah titik. Polres Cianjur sendiri masih memperketat penyekatan kendaraan mengingat diprediksi masih banyak pemudik yang hendak kembali ke tempat kerjanya di Jakarta.

"Dari hasil penyekatan, kami mendapati enam unit kendaraan pribadi diduga travel gelap yang di dalamnya membawa penumpang tujuan Jakarta," kata Ade, Rabu (3/6).

Enam unit kendaraan yang diamankan terdiri dari 3 unit Toyota Hiace, 1 unit Isuzu Elf, 1 unit Daihatsu Xenia, dan 1 unit Daihatsu Grandmax. Mereka tak hanya mengangkut pemudik arus balik dari Cianjur saja, tapi juga dari daerah lain yang melintasi wilayah hukum Polres Cianjur.

"Mereka ada juga yang berasal dari arah Bandung, Cimahi, Sukabumi, termasuk dari Cianjur. Kita amankan mereka di check point Segar Alam yang merupakan perbatasan dengan Puncak (Kabupaten Bogor)," bebernya.

Sebelumnya, anggota Satlantas Polres Cianjur juga mengamankan satu unit kendaraan minibus yang mengangkut penumpang arus balik menuju ke Jakarta, Minggu (31/5) malam. Ade menuturkan semua kendaraan saat ini diamankan di Mapolres Cianjur. Sedangkan sopirnya didata dan penumpangnya dikembalikan lagi ke daerah masing-masing.

"Kami terus akan melakukan penyekatan ini untuk mencegah pemudik arus balik kembali ke Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Apalagi bagi yang tidak memiliki SIKM, akan kami pulangkan lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto pun mengingatkan para pemudik agar menahan diri dulu tak kembali ke daerah tempat mereka bekerja, terutama ke Jakarta. Imbauan itu menyusul ketatnya persyaratan dan ketentuan yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta terhadap para pendatang dari luar daerah.

"Apalagi jika para eks pemudik yang datang ke Jakarta berasal dari daerah zona merah, maka akan menaikkan potensi penyebaran korona. Jadi sebaiknya mereka yang akan kembali ke Jakarta mengurungkan niatnya dan baru masuk ke wilayah tersebut setelah pandemi berakhir dan dinyatakan benar-benar aman," tegas Kapolres.

Kapolres menegaskan sejak jauh-jauh hari, masyarakat sudah diimbau agar tak memaksakan mudik karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan. Tapi kenyataannya masih banyak warga yang membandel nekat mudik dengan berbagai alasan.

"Sejak awal Ramadan sudah kami imbau agar menahan diri dulu tidak mudik. Tapi ada saja yang bandel. Ada yang beralasan mereka kehilangan pekerjaan di Jakarta sehingga harus pulang," tuturnya.

baca juga: Bupati Sikka Kesal Data Penerima BST Amburadul

Namun alasan tersebut hanya alibi agar mereka bisa mudik. Buktinya, kata Kapolres, setelah selesai Lebaran, ada yang meminta kembali ke Jakarta karena akan mencari pekerjaan dengan gaji lebih besar daripada di kampung halaman.

"Mesti dipahami bersama, pada situasi dan kondisi saat ini, kita tidak boleh menggunakan cara pikir dan cara tindak seperti situasi normal masa lalu. Pemerintah, bahkan pak Presiden, sudah menegaskan agar kita bersabar dulu dalam situasi dan kondisi sekarang. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin, dengan kebersamaan pasti akan bisa melakukan," tandas Kapolres. (OL-3)

BERITA TERKAIT