03 June 2020, 02:05 WIB

Cinta Laura Menjadi Panutan bagi Anak


Fetry Wuryasti | Humaniora

AKTRIS dan penyanyi muda Cinta Laura Kiehl, 26, berbagi video kegundahannya mengenai nasib anak-anak Indonesia yang terdampak pandemi virus korona. 

Dalam momen peringatan Hari Lahir Pancasila, dia mengajak orang-orang dewasa, termasuk dirinya, untuk bisa menjadi panutan terbaik terutama bagi anak-anak.

“Di peringatan Hari Pancasila, saya mau omongin suatu isu yang menurut saya penting sekali. Dari artikel di koran, saya jadi tahun dalam pandemi, tingkat kekerasan terhadap anak meningkat. Anak-anak tidak bisa sekolah, bermain seperti biasa. Mereka di rumah saja, tetapi mengalami kekerasan,” tutur Cinta, Senin (1/6).

Cinta mengungkapkan bahwa ia khawatir atas dampak negatif tersebut terhadap kondisi anak seperti depresi, kurang percaya diri, sulit bersosialisasi dan mengendalikan emosi. Terkadang mereka menjadi pelaku bully dan menjadi orang yang agresif hingga cenderung melakukan kekerasan ke orang lain.

“Yang pasti kita tidak mau generasi muda Indonesia menjadi seperti itu. Anak yang mengalami kekerasan biasanya mengalami kesulitan belajar dan yang pasti ini tidak baik. Kita ingin anak Indonesia menjadi pintar, rajin belajar, kerja keras dan suatu hari membantu Indonesia menjadi negara yang lebih maju,” ujar pemain sinetron Cinderella tersebut.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kita harus mengajari anak Indonesia untuk saling menghormati. Kita harus mengajarkan mereka toleransi, bagaimana saling mengapresiasi perbedaan. Kalau buka, kita menjadi role model yang baik, lalu siapa,” kata Cinta.

Dia membenarkan, saat pandemi merupakan masa-masa yang berat bagi masyarakat. “Ini saatnya kita bersatu. Kalau kita mau berkembang sebagai bangsa dan menjadi lebih baik, tegakkan Pancasila, salah satunya dengan membantu anakanak Indonesia dengan cara apa pun yang kita bisa,” tandas pelantun Tulalit tersebut.


Korban

Cinta mengutip data KPAI yang belum lama melakukan studi di 20 provinsi. Sebanyak 50% dari anak Indonesia tidak punya akses wifi . Artinya, banyak dari mereka yang tidak bisa belajar karena kebanyakan dilakukan secara daring, lalu sebanyak 75% responden merasa tidak
bahagia dengan kondisi sekarang.

“Saya ingin ajak masyarakat memberi perhatian terhadap kekacauan ini karena selama pandemi, secara tidak sadar, anak-anak ialah korban terbesar. Mereka tidak punya fasilitas cukup untuk belajar dengan baik dan benar,” kata Cinta yang baru saja melepas single Cloud 9.

Cinta menegaskan poin utamanya ialah mendorong masyarakat menjadi panutan terbaik bagi keluarga, teman, dan orang tercinta. “Banyak yang bisa masyarakat lakukan untuk membantu anak-anak. Semua orang semua punya suara. Tidak harus menjadi selebritas atau influencer untuk menjadi role model yang baik untuk orang-orang di sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan masyarakat bisa mengajari anak dan orang di sekitar bagaimana menghormati,menjaga toleransi, menghargai, dan saling mencintai. “Bhinneka Tunggal Ika: Berbeda-beda, tetapi tapi satu. Di bawah Pancasila, kita bersatu,” tutup Cinta. (H-3)

 

BERITA TERKAIT