02 June 2020, 22:05 WIB

Mendagri Tito Ajak Daerah Ikut Lomba Inovasi Kenormalan Baru


mediandonesia.com | Nusantara

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri), menggelar lomba inovasi daerah berupa pembuatan video menyongsong kehidupan normal baru di tengah pandemi Covid-19.  Mengusung tema penyiapan daerah dalam tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Video yang dilombakan memuat simulasi inovasi kehidupan normal baru di tujuh sektor, yaitu pasar tradisional, pasar modern seperti mal supermarket dan mini market, transportasi umum, restoran, hotel, tempat wisata, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ketujuh sektor ini dipilih karena kerap bersinggungan dengan masyarakat. Simulasi dibuat secara riil di mana kegiatan tersebut diterapkan.

Mendagri Tito Karnavian, menjelaskan, pemerintah daerah berperan penting dalam menata kehidupan normal baru yang produktif dan aman di tengah pandemi Covid-19. “Untuk itu, perlu satu narasi diberikan kepada mereka mengapa perlu penyiapan dan sosialisasi sebelum ada kebijakan, sehingga masyarakat memahami yang dimaksud tatanan baru itu seperti apa,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, Selasa (2/6).

Melihat kondisi itu, lomba video inovasi ini penting untuk mendorong pemerintah daerah mulai memikirkan strategi, kreasi, dan inovasi dalam menghadapi kehidupan normal baru.

Tito menjelaskan, kegiatan ini untuk mencari model simulasi protokol kesehatan terbaik, ihwal kehidupan normal baru di tengah Covid-19. Karenanya, kepala daerah diimbau mengoordinasikan seluruh jajarannya untuk menyiapkan video simulasi inovasi di tujuh sektor yang dilombakan. "Kalau bisa dibuat tim kreatif dan bekerja sama dengan pihak terkait," sarannya

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri, Agus Fatoni, menuturkan, kegiatan lomba inovasi daerah dikelompokkan menjadi 4 klaster, yaitu klaster provinsi, kabupaten, kota, dan daerah tertinggal/ perbatasan. Masing-masing klaster akan ditentukan pemenangnya dari 1, 2 dan 3 pada setiap sektor.

Fatoni menjelaskan, untuk dapat dilakukan penilaian, video terlebih dulu diunggah ke sistem indeks inovasi daerah Kemendagri, paling lambat 8 Juni 2020. Penilaian lomba ini akan mengacu pada beberapa kriteria, di antaranya kesesuaian protokol Covid-19 yang diterapkan, kekuatan ide, dapat direplikasi, dan kerja sama dengan pihak lain. Adapun tim penilai lomba berasal dari Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selain itu, Sekjen Kemendagri Hudori, mengharapkan setiap daerah dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Sebabnya, selain mendapat piagam penghargaan, pemenang juga akan diberikan Dana Insentif Daerah.

Pemenang lomba akan diumumkan secara resmi pada tanggal 15 Juni 2020. Setelah diumumkan, pemenang dapat melihat hasilnya pada website Kemendagri dan website BPP Kemendagri. (OL-13)

Baca Juga: ICW Kritik Firli yang Absen Konferensi Pers Penangkapan Nurhadi

BERITA TERKAIT