02 June 2020, 21:50 WIB

Tips agar Bisnis Berkelanjutan Dalam Pandemik Covid-19


Muhammad Fauzi | Ekonomi

PANDEMIK Covid-19 membawa perubahan dalam bisnis kedepan. Khususnya dalam perilaku konsumen dan konsumsi. Karena itu, pentingnya identifikasi perilaku konsumsi dan konsumen agar bisnis bisa bertahan.
 
Demikian disampaikan Eva Noor, CEO PT Xynexis International yang bergerak di bisnis cyber security, dalam webinar, di Jakarta, Selasa (2/6). Eva mengutarakan berbagai tips dan trik menyiasati bisnis dimasa sulit akibat situasi pandemik Covid-19.

Situasi bisnis saat ini menurut Eva, dianalogikan seperti kapal-kapal di laut yang menggalami turbulence karena cuaca buruk. Tidak pandang bulu ukuran kapalnya dan jenisnya semua terdampak. Sekarang pertanyaannya siapa yang  bisa bertahan dan keluar dari turbulence/guncangan itu?

Yang jelas, ungkap dia, prioritas utama adalah usaha menyelamatkan isi kapal (karyawan, nasabah, dan lainnya). Kapal harus dipastikan tidak dalam keadaan bocor (secara internal kuat) dan dibutuhkan kelihaian nahkoda kapal dalam memimpin dan mengendalikan kapal tersebut, hingga bisa keluar dari guncangan dengan selamat dan mencapai tujuan.

“Wabah Covid-19 adalah tragedi kesehatan manusia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Guncangan ekonomi karena wabah ini membuat bisnis di berbagai sektor di negara ini terpukul keras dan mendatangkan malapetaka pada kegiatan ekonomi nasional,” ujar Eva Noor.

Pemimpin harus memastikan sistem di perusahaan berfungsi dengan baik, dengan  memeriksa status keuangan secara menyeluruh, membuat strategi baru yang lebih fleksible dan juga berkomunikasi terus menerus dengan team untuk bisa bekerjasama-sama keluar dari badai dan guncangan .

“Seperti yang di utarakan di atas bahwa prioritas pertama seorang  leader adalah keselamatan karyawan, nasabah/Klien serta para stakeholder,” kata Eva

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk nasabah misalnya, komunikasi secara berkala dengan memberikan informasi yang transparan, autentik, mengedukasi, dan memberi kepastian dari jasa yang kita berikan dengan kualitas terbaik seperti sebelumnya adalah sebuah proses yang harus dilakukan.

Untuk Internal, menurut Eva, terpenting adalah Hope & Positivity. Memberi harapan bukan berarti menjanjikan sesuatu yang tidak ketahui kepastian hasilnya. Namun, berkomunikasi secara transparan tentang situasi internal serta  mendorong karyawan dengan positif untuk hand in hand melalui krisis Covid-19 ini. Karena kekuatan team work menjadi kunci keluar dari krisis dan berkembang cepat.

Entrepreneurs Harus Panjang Akal

“Jadi Pebisnis itu harus panjang akal, setiap hari harus problem solving. Buat inovasi-inovasi yang banyak, jangan tunggu lagi tetapi langsung coba, tidak berhasil coba lagi yang lain, terus begitu sampai berhasil. Pada situasi krisis seperti ini cara berfikir kita juga harus fleksibel dan juga harus responsif dalam setiap perubahan karena kita tidak pernah tahu dan tidak bisa mengkontrol tantangan dari eksternal,” ungkap Eva.

Menurut Eva Noor, yang bisa di kontrol adalah cara berfikir. Bagaimana cara kita mencari solusi, cara kita melakukan hal-hal yang bisa keluar darI krisis tersebut.

"Seseorang yang ingin meraih keberhasilan harus gigih, berdaya juang tinggi, dan tak mudah patah arang. “Never give up and work relentless,” ujar Eva

Selama berbisnis, Eva mengalami krisis ekonomi eksternal pada 2008. Krisis ekonomi global yang bermula dari krisis ekonomi AS itu menyebar ke negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia.Banyak perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya dan juga banyak perusahaan yang harus tutup.

Eva pun, harus menutup satu dari dua perusahaannya. Butuh waktu 2 tahun untuk bisa bangkit lagi. Pada 2010 dia membuka satu perusahaan lagi dan berkembang sampai sekarang. "Kini tahun 2020 krisis kembali menghantam global  karena Covid-19, dan krisis kali ini jauh lebih parah dari tahun 2008,” ungkap Eva.

Lama Recovery dimasa depan dan setelah pandemik covid 19 ini,tergantung dari jenis bisnisnya. Bisnis yang  paling berdampak seperti bisnis hospitality dan industri pariwisata serta hiburan, mungkin butuh waktu dua tahun untuk recovery. Tergantung situasi pandemik, karena tantangan terbesar adalah mengembalikan daya beli masyarakat. Ini butuh bantuan dan upaya pemerintah.

Beberapa hal yang bisa di lakukan perusahaan agar recovery bisa cepat dan kembali berkembang lagi adalah dengan meninjau kembali, Keselamatan karyawan dan pelanggan, Cash Flow dan Revenue, Optimalisasi Biaya, Strategi Bisnis, Bisnis Proses, Penerapan Technology, Komunikasi dan edukasi kepada karyawan dan pelanggan secara transparan. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh

BERITA TERKAIT