03 June 2020, 00:55 WIB

Autopsi Sebut Floyd Tewas Dibunuh


MI | Internasional

DUA dokter yang melakukan autopsi independen atas kematian George Floyd mengatakan pria tersebut meninggal karena sesak napas dan kematiannya merupakan pembunuhan.

Mereka juga mengatakan Floyd tidak memiliki kondisi medis yang mendasari yang berakibat pada kematiannya itu. Ia kemungkinan meninggal sebelum dibawa ambulans.

“Buktinya konsisten dengan asfi ksia mekanik sebagai penyebab kematian dan pembunuhan sebagai cara kematian,” kata Allecia
Wilson dari University of Michigan, salah satu dari dua dokter forensik yang melakukan autopsi independen.

Sebuah video menunjukkan Floyd memohon untuk dilepaskan dan mengatakan berulang kali bahwa dia tidak bisa bernapas ketika lehernya ditekan dengan kuat selama 9 menit menggunakan lutut oleh seorang polisi dari wilayah Minneapolis bernama Derek Chauvin. Sementara itu, dua petugas lainnya menekan dengan lutut mereka ke punggung Floyd.

Chauvin, yang berkulit putih dan telah dipecat dari departemen kepolisian Minneapolis, didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana pekan lalu. Akibat kejadian itu, aksi unjuk rasa meletus di berbagai kota di Amerika Serikat dan negara lainnya. Para pedemo mengutuk aksi kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam.

Michael Baden, dokter yang juga mengambil bagian dalam autopsi independen atas permintaan keluarga Floyd, mengatakan tindakan dua petugas lainnya juga menyebabkan Floyd tidak bernapas lagi.

“Kita bisa melihat setelah kurang dari 4 menit bahwa Floyd tidak bergerak, tidak bernyawa,” kata Baden, seraya menambahkan tidak ditemukan kondisi kesehatan yang mendasari pada Floyd yang menyebabkan kematiannya tersebut.

Baden menepis argumen bahwa jika Floyd bisa berbicara, dia bisa bernapas. “Banyak polisi menganggap bahwa jika Anda bisa
berbicara, itu berarti Anda bernapas. Itu tidak benar,” kata Baden. “Saya berbicara sekarang di depan Anda dan tidak mengambil napas,” tambahnya. (AFP/Nur/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT