02 June 2020, 21:12 WIB

Para Seniman Musik Ingin Menjadikan TVRI Rumah Musisi Indonesia


Retno Hemawati | Hiburan

Musik adalah primadona. Karenanya pula musik tidak pernah ditiadakan di televisi manapun. Musik selalu berperan vital menjadi perekat bagi semua program yang ditransmisi ke seluruh pelosok daerah. Tidak bisa diabaikan bahwa perjalanan sejarah telah menempatkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadi rumah eksposur perdana bagi musisi Indonesia.

Program-program musik berkualitas seperti Nada dan Improvisasi, Irama Jazz, Pojok Jazz, ataupun Musik Malam Minggu pernah menghiasi layar TVRI dengan banyak peminat. Sejarah panjang dunia musik di pertelevisian seperti itulah membuat musisi memiliki respek yang tinggi terhadap TVRI.  Karenanya, wajar pula jika para musisi menaruh harapan positif kepada setiap pemimpin baru untuk mengembalikan kembali TVRI sebagai rumah musisi Indonesia.

Realitasnya, usia TVRI telah lewat tujuh dekade dengan romantika panjang antara TVRI dengan musisi generasi 1970-an dan 1980-an, hanya menyisakan memori kebersamaan yang berangsur-angsur pupus. Generasi milenial gagal paham dengan TVRI dana lebih kagum melihat perkembangan BBC dari Inggris, misalnya. Nama TVRI menjadi terasa asing, old-school, dan terpencil bagi mereka yang punya banyak pilihan konten di zaman digital. Meski nama stasiun ini sering naik-turun di jagad media, tetapi hal itu bukan imbas dari kelahiran program musik yang spektakuler.

Musikus Yovie Widianto tetap yakin bahwa bahwa TVRI punya banyak peluang untuk semakin memajukan musik Indonesia. Untuk itu perlu dibangun komunikasi yang baik untuk dapat berbicara kepada semua tokoh yang berkepentingan. Sebagaimana musikus senior Idang Rasjidi yang mengaku memiliki kedekatan dengan TVRI, “Kami tentu sangat terbuka untuk melakukan diskusi terbatas dengan Direktur Utama TVRI terbaru Pak Iman Brotoseno. Saya berharap beliau mau membuka diri dan mendengar kritik secara langsung sebagai peta untuk mengetahui harta karun. Saya dan kamu tentunya ingin TVRI menjadi keren.”

Musikus Ananda Sukarlan mengharapkan, TVRI tidak pilih kasih dalam menayangkan genre musik yang berbeda, yang lebih variatif, termasuk yang tidak begitu populer. TVRI diharapkan juga menayangkan musik yang “tersisihkan”, terutama musik-musik daerah dalam versi asli. “Dalam musik klasik, saya sudah bisa claim bahwa kita sudah memapankan identitas Musik Klasik Indonesia. Salah satu buktinya adalah Rapsodia Nusantara sudah dimainkan oleh ratusan pianis di seluruh dunia! Bahkan ada anak Amerika usia 10 tahun yang menang kompetisi karena Rapsodia Nusantara,” kata Ananda dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa (2/6).

Sementara menurut pencabik bass kelompok BIP, Bongky, TVRI memang mutlak melakukan renovasi atau revolusi brand. Langkah itu perlu dilakukan untuk mengundang kembali minat penonton.  Bimbim, penabuh drum Slank, juga berharap TVRI bisa menjadi semacam corong Indonesia ke pelbagai belahan dunia. Untuk menyikapi keterbatasan anggaran, TVRI masih bisa membuat program yang tidak terlampau mahal. “Konser-konser live artis Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang ditayangkan saja secara bergantian. Slank saja banyak tuh,” usul Bimbim.
 
Bagi Once, mantan vokalis Dewa, TVRI memiliki keunggulan dalam hal luas jangkauan dan inventaris yang ada serta sumberdaya manusia. Studio milik TVRI yang berada di luar Jakarta juga bisa dioptimalkan. TVRI ditantang untuk membuat program-program yang lebih populer dinamis, namun juga tetap berpihak pada idealisme musisi Indonesia. Percampuran warna musik lokal dan internasional dengan menampilkan karya-karya musik indonesia yang original dan unik, program penghargaan musik yang menghibur tapi tetap sopan, adalah langkah yang bisa diupayakan oleh TVRI. Menurut Once, “TVRI harus memiliki kekuatan di bidang new media sehingga lebih bisa diakses kapan saja dan di mana saja.”

Musikus muda seperti Dul Jaelani pun berharap TVRI bisa terus memproduksi acara musik yang berbeda, menghibur, dan tidak membosankan dengan produksi sound yang bagus dan mengundang musisi dan band-band yang bagus. (RO/OL-12)

BERITA TERKAIT